alexametrics

Bank Pasar Kembangkan Sayap Genjot PAD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) BPR Bank Pasar Kota Semarang terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meski persaingan dunia perbankan semakin ketat, namun Perumda yang dipimpin Agus Puji itu, tetap optimistis.

“Karena Bank Pasar mempunyai segmentasi yang spesifik. Salah satunya untuk mengembangkan UMKM pembinaan Kredit Wibawa,” ujar Agus Puji Rabu (6/11).
Agus mengatakan, sampai Oktober 2019, nilai Kredit Wibawa yang sudah tersalurkan ke masyarakat sebesar Rp 9 miliar. “Untuk plafonnya memang masih dibatasi. Rp 5 juta tanpa jaminan, di atas 5 juta harus memakai jaminan,” ujarnya.

Apalagi, saat ini status Bank Pasar sudah berubah menjadi Perumda. Di mana berdasarkan UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, status badan hukum Perusda yang didirikan berdasarkan UU No 5/1962 harus diganti.

Baca juga:  Potensi PAD di Sigandu Harus Digali

Otomatis dari hal itu Bank Pasar Kota Semarang harus diubah menjadi perusahaan umum daerah (Perumda). Tentunya dengan berubahnya menjadi Perumda, akan berdampak kepada pembangunan daerah khususnya dalam hal peningkatan peran BUMD.
Apalagi peran BUMD saat ini dirasakan semakin penting. “Karena itu dari Pemkot Semarang mengharapkan kita berkembang lebih besar. Khususnya efek pelayanan ke publik jadi lebih baik,” ujarnya.

Pastinya, lanjutnya, pelayanan dan kemanfaatan Perumda Bank Pasar Kota Semarang dalam penambahan PAD akan lebih ditingkatkan. Berubahnya menjadi Perumda, tentunya memiliki efek yang positif. Di mana Perumda Bank Pasar sudah diperbolehkan membuka lebih dari 20 cabang. Bahkan bisa melakukan ekspansi sampai ke luar Jawa Tengah. “Kita tidak menghilangkan pelayanan ke publik,” katanya.

Baca juga:  Talut Longsor Timpa Tiga Rumah di Kelurahan Ngijo Gunungpati

Terpisah, Kepala Bidang Perkeonomian Pemkot Semarang, Moch Imron mengatakan, perubahan status tersebut juga merupakan tuntutan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54/2017 tentang BUMD.

Dikatakannya, meski berubah secara nomenklatur sebenarnya tidak jauh berbeda. Terkait dengan aset dan kepegawaian, tetap menyesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini. “Dengan perubahan menjadi perumda, ekspansi pelayanan yang bisa dilakukan oleh Bank Pasar akan menjadi lebih luas,” katanya. (ewb/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya