alexametrics

Pedagang Pasar Johar Minta Dipindah Serempak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Revitalisasi Pasar Johar Baru kini sudah memasuki tahap finishing. Artinya, tinggal menunggu waktu sebentar untuk nantinya dapat difungsikan kembali oleh para pedagang. Pemkot Semarang sendiri menargetkan awal 2020 Pasar Johar Baru sudah bisa ditempati oleh pedagang. Terkait hal itu, para pedagang Pasar Johar baru meminta supaya pemindahan mereka dilakukan serempak dan tidak bertahap.

Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa (PPJ) Pasar Johar Muchlisan mengatakan, pihaknya berharap perpindahan pedagang dari tempat relokasi MAJT ke Pasar Johar Baru dapat segera terealisasi.  “Pedagang sudah tidak sabar untuk pindah, dan masing-masing sudah mulai mempersiapkan diri untuk pindah ke Pasar Johar yang saat ini pembangunannya hampir selesai,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (5/11).

Untuk proses pemindahan sendiri, pihaknya berharap dilakukan secara serentak dan mengedepankan azas keadilan dalam pembagian tempat atau lapak. “Ada wacana bahwa tidak semua pedagang nantinya tidak bisa masuk ke bangunan baru karena keterbatasan tempat,” ujarnya.

Baca juga:  Begini Kiat Ketua PPJ Atasi Pedagang Liar di Pasar Johar

Hal itu, menurutnya, tidak dipermasalahkan oleh para pedagang. Dikarenakan, dalam hal ini para pedagang pada dasarnya menyetujui apapun keputusan Pemkot Semarang asal proses pemindahan dilakukan secara bersama.

“Bagi kami tidak masalah yang terpenting pedagang yang tidak kebagian tempat dapat ditempatkan di spot-spot yang masih didalam area Pasar Johar,” ungkapnya. Alasan pedagang minta proses pemindahan dilakukan serentak dikarenakan mereka sudah cukup sabar menunggu hingga 4,5 tahun di relokasi MAJT.  “Pedagang inginnya masuk satu, semua harus masuk. Jika sebagian pindah sebagian tidak, kemungkinan semakin banyak pedagang yang gulung tikar karena tidak ada pembeli di sana (relokasi MAJT),” tuturnya.

Data dari paguyuban, jumlah jumlah pedagang Pasar Johar yang terdata saat ini mencapai 8 ribu lebih. Jumlah tersebut memang berkurang manakala pasca terjadi kebakaran beberapa tahun silam. Di mana banyak pedagang yang bangkrut dan memilih menghentikan usahanya.

Baca juga:  Sudah Ditempel Stiker Nomor, Kios dan Lapak Johar Siap Ditempati

Di samping itu, kondisi pasar relokasi di MAJT yang sepi juga banyak yang membuat para pedagang memilih menutup usahanya dan banting setir ke usaha lainnya. “Penghasilan tidak lebih dari 50 persen dari sebelumnya kita berjualan di Pasar Johar. Karena itu, kami pedagang sudah tidak sabar untuk pindah,” katanya.

Ia juga berharap, Pemkot Semarang ikut membantu mensortir para pedagang yang masuk ke Pasar Johar Baru. Hanya pedagang yang memiliki surat izin sajalah yang diperbolehkan menempati bangunan Pasar Johar Baru. “Jangan sampai ada yang tertinggal, karena ini adalah perjuangan bersama,” tuturnya.

Ia juga tidak menyangka jika wajah Pasar Johar baru sekarang menjadi lebih baik. “Saya yakin konsep (bangunan) itu memang yang baik terbukti sekarang bangunanya menjadi lebih bagus,” ujarnya.

Baca juga:  PPJP Minta Pedagang Dipindah Serentak

Ia mewakili para pedagang juga optimistis apabila dengan kondisi bangunan sekarang akan semakin menarik para pengunjung untuk datang ke Pasar Johar baru. “Tentunya lapak para pedagang juga ditata dengan baik dan rapi,” tuturnya.

Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang Irwansyah mengatakan, pembangunan Johar Herritage saat ini dalam tahap finishing atau penyelesaian. Beberapa petugas masih merapikan saluran listrik.

“Juga memastikan nanti kalau pedagang masuk sudah nyaman,” ujar Irwansyah.

Nantinya, seiring berjalannya waktu juga akan dilakukan perawatan dari bangunan itu sendiri. “Akan dibuat buku dan diberikan kepada pedagang dan pengelola. Nanti dalam buku itu dimuatkan tata cara menggunakan gedung tersebut secara benar agar mereka juga ikut merawat dan melestarikan,” katanya. (ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya