alexametrics

Unwahas Kaji RUU KUHP

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Pemerintah dan DPR RI masa bakti 2014-2019 gagal mengesahkan Rancangan Undang-Undang Kitab-Kitab Hukum Pidana (RUU KUHP). Pro dan kontra masih mewarnai sejumlah rancangan pasal-pasal dalam RUU KUHP. Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim Semarang (FH Unwahas) mengupas permasalahan tersebut dalam seminar nasional “RUU KUHP: Pembaruan Hukum Pidana Nasional dalam Perspektif Islam”, di aula Fakultas Kedokteran Unwahas, Senin (4/11).

Dekan Fakultas Hukum, Mastur menyampaikan, seminar tersebut bertujuan untuk mencari irisan RUU KUHP dengan Islam, sekaligus memberikan dukungan kepada pemerintah agar segera mengesahkan RUU KUHP. Menurutnya, KUHP adalah produk lama penjajah Belanda yang sudah waktunya diubah secara mandiri oleh bangsa Indonesia.

“Belanda saja sudah tak berlaku, sedangkan di Indonesia sudah sejak lama membentuk tim perumus RKUHP, sehingga RKUHP sebagai produk bangsa sendiri seharusnya disahkan. Apalagi sudah mengalami pergantian 7 kali presiden, sejak zaman Soekarno hingga Jokowi, belum lagi sudah dibahas 14 periode anggota legislatif, namun tinggal ketok saja, ternyata masih ada pro kontra,” kata Mastur dalam sambutannya.

Baca juga:  Waspada Lur! Banyak ‘Ranjau’ Lubang di Jalur Mangkang-Jerakah

Tim Perumus RUU KUHP Barda Nawawi menyampaikan, ide dasar RKUHP sebenarnya sudah muncul lama, sekitar 55 tahun untuk menggantikan KUHP peninggalan Belanda. Dikatakan, banyak di antara bagian-bagian dalam KUHP yang sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman. “Pembaruan hukum pidana pada hakekatnya mengandung upaya melakukan reorientasi dan reformasi hukum pidana,” jelasnya.

Guru Besar Hukum Islam UIN Walisongo Semarang Ahmad Rofiq menyampaikan, harus diakui ada pro-kontra terkait RUU KUHP, terutama pada beberapa pasal yang seolah dibenturkan dengan isu-isu sosial-keagamaan. Ia menyampaikan seharusnya masyarakat bersyukur setelah melalui proses yang sangat panjang, sudah ada RUU KUHP produk begawan hukum Indonesia. Seminar ini juga menghadirkan Doktor Ilmu Hukum Unissula Semarang Mahmutarom HR dan Sekretaris Program Doktor Unwahas Sri Endah Wahyuningsih. (jks)

Baca juga:  Komposisi Diet Tepat, Cegah Penyakit Degeneratif

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya