alexametrics

Bentrok Antarormas, 11 Orang Diamankan

Rebutan Lahan Parkir

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Sebanyak 14 pelaku tindak pidana kekerasan dan penganiayaan berhasil diamankan Subdit III Jatanras Ditresmkrimum Polda Jateng. Dari 14 orang tersebut, 11 di antaranya anggota organisasi masyarakat (ormas) perguruan silat.

Sebelas pelaku dari anggota perguruan silat yang diamankan adalah PT, HA, YP, R, S, B, PH, AE, DI, J, dan EG, kesemuanya warga Solo Raya. Mereka ditangkap di rumah masing-masing pada awal November 2019.

“Mereka ada yang dari PSH Winongo, Teratai dan Laskar,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Pol Budhi Haryanto saat di Mapolda Jateng, Senin (4/11).

Bentrokan ini terjadi di depan Pabrik PT Sami Surya Indah (SSI) turut Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, terjadi pada Kamis (31/10) sekitar pukul 23.00. Akibat kejadian ini, tiga orang mengalami luka bacok di tubuhnya setelah terkena sabetan senjata tajam. Ketiga korban adalah NB, NS, dan NE. Dua orang korban tercatat sebagai warga Pacitan, Jawa Timur, dan satunya warga Klaten.

Baca juga:  Aksi Curanmor Terekam CCTV

“Ini modusnya bentrok antar ormas, mereka saling dendam untuk rebutan lahan parkir,” katanya.

Budhi menjelaskan, bentrok itu bermula saat korban sedang bersama sekitar tujuh rekannya pulang kerja. Mereka sempat makan di warung angkringan sebelah selatan Balai Desa Telukan, Kecamatan Grogrol, Kabupaten Sukoharjo. Saat asyik ngobrol, datang sebanyak 50 pria tak dikenal mengendarai sepeda motor sambil berteriak-teriak ke arah korban yang sedang memakai pakaian berlambang ormas PSHT. Tanpa banyak kata, para pelaku langsung menyerang rombongan korban hingga mengakibatkan dua orang terluka.

“Kalau pelakunya diperkirakan ada 50 orang. Bagi yang belum tertangkap ya kita akan mengejar para pelakunya,” tegasnya.

Bentrok tersebut bubar setelah warga sekitar datang untuk melerai. Para pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian. Sedangkan kedua korban mengalami luka bacok akibat sabetan senjata tajam. Pihak kepolisian yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap 11 pelaku.

Baca juga:  Tiga Anggota Ormas Keroyok Security Mall

Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti. Di antaranya, senter plus kejut (setrum), sebilah celurit, pisau cutter, empat parang, dan enam unit sepeda motor.

Budi mengatakan, pihaknya akan mempertemukan para tokoh ormas tersebut supaya mengingatkan anggotanya tidak berbuat anarkis dan premanisme.

“Kami dari Polda Jawa Tengah tidak segan-segan untuk menindak kepada mereka yang melakukan tindakan premanisme dan anarkisme. Pelaku yang belum tertangkap saya minta menyerahkan diri,” katanya.

Selain menangkap 11 orang anggota ormas tersebut, Polda Jateng juga mengungkap dua kasus tindak pidana kekerasan dan penganiayaan. Dua kasus lain ini, petugas mengamankan tiga pelaku dan barang bukti.

“Bahwa tindak pidana pengeroyokan maupun penganiayaan ini sudah ada 57 laporan yang masuk ke kepolisian. Pelakunya diantaranya yang ada di belakang saya ini,” imbuhnya.

Baca juga:  Ormas Bergabung, Tolak Anarkisme

Pada kesempatan sama, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan para pelaku saat ini masih mendekam di ruang tahanan Polda Jateng untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Pihaknya menegaskan para anggota ormas untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas di Jawa Tengah.

“Kita Polda Jawa Tengah tidak main-main dalam menangani perkara. Semua perkara apapun yang menyangkut tindak pidana, pasti akan kita lakukan penangkapan. Termasuk juga ormas yang melakukan tindak pidana akan kita tegakkan hukum,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku akan dijerat pasal berlapis. Yakni, pasal 170 atau pasal 351 dengan ancaman 5 tahun penjara. Selain itu, dikenakan pasal 335 atau 363 KUHP, ancamannya 5 tahun 6 bulan penjara, serta pasal 1251 UU Darurat ancamannya 10 tahun penjara. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya