alexametrics

Pailit Masih Hantui PT AMK

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG– Ancaman pailit masih menghantui PT Asli Motor Klaten (PT AMK) dan mantan Direktur Utama Purnomo Budi Santoso. Bila pembahasan proposal perdamaian di Pengadilan Niaga (PN) Semarang gagal tercapai kesepakatan, maka sidang bisa dilanjutkan dengan salah satu ancaman terjadi pailit. Senin (4/11) ini, sidang yang membahas Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang-Sementara (PKPU-S) kembali digelar.

Sebelumnya antara penggugat dan tergugat menyepakati proses perdamaian akan berlangsung 21 Oktober hingga 4 November 2018. Karena belum ada titik temu, pihak debitur mengajukan perpanjangan lagi selama 30 hari. Sementara kreditur ingin hanya 14 hari. Putusan perpanjangan itu ditetapkan majelis hakim yang dipimpin Aloysius Bayu Aji. Sedangkan hakim pengawas dalam kasus itu, Edy Suwanto.

Baca juga:  Wujudkan Kampung Pintar melalui Perpustakaan Digital

“Nanti hasilnya diputus 30 hari atau 14 hari tergantung kewenangan majelis hakim. Sidangnya baru sekali perpanjangan proposal perdamaian selama 15 hari,” kata kuasa hukum PT AMK dan Purnomo Budi Santoso, Muhammad Dirgantara Indonesia.

Dalam persidangan proposal perdamaian itu, Purnomo sempat menyampaikan ada investor yang akan masuk. Hal itu disampaikannya, menjawab pertanyaan kuasa hukum PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Tbk (PT BWS) yang mempertanyakan mengenai kepastian investor. Pasalnya syarat perdamaian salah satunya pembayaran harus terjamin.

“Kami juga belum diberi tahu klien, mengenai siapa investornya, jelasnya nanti kami kordinasi dahulu dengan klien,” sebut Dirgantara. (jks/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya