alexametrics

Menang atau Masuk Zona Degradasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG -Laga PSIS melawan PSS Sleman sore ini (2/11) akan menjadi partai hidup mati bagi Bambang Nurdiansyah. Pasalnya, posisinya sebagai pelatih PSIS bisa saja terancam jika anak asuhannya kembali menelan kekalahan.

Dalam perjalanannya, pelatih yang akrab disapa Banur ini baru meraih dua kemenangan dari 11 laga yang dilakoni Laskar Mahesa Jenar pada musim kedua Liga 1. Dua kemenangan tersebut diraih Wallace Costa dkk saat melakoni tandang melawan PSM Makassar (0-1) dan Persela Lamongan (0-1). Sisanya pria berusia 58 tahun itu hanya mampu membawa PSIS meraih empat kali hasil imbang dan lima kali kalah.

Yang lebih mendebarkan, tim kebanggaan warga Semarang ini belum pernah sekalipun mampu meraih kemenangan di kandang sendiri. Tercatat, dalam partai kandang terakhir, mereka hanya mampu meraih sekali kalah ketika menjamu Persebaya (4-0) dan dua kali seri ketika menjamu Badak Lampung FC (0-0) serta Borneo FC (2-2).

Menghadapi partai kandang rasa tandang kali ini melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, pihak manajemen PSIS akan memberikan perhatian lebih untuk partai tersebut. Sekaligus menjadi partai pertaruhan bagi eks pelatih Persita Tangerang jika kembali menorehkan hasil minor. Pasalnya, jika sampai hal tersebut terjadi, bukan tidak mungkin PSIS akan terjerat dalam zona degradasi. Mengingat posisi tim Mahesa Jenar dengan Semen Padang yang berada pada buncit klasemen hanya terpaut 3 poin.

Baca juga:  Mudahkan Masyarakat Cari Keadilan

“Kami selalu melakukan evaluasi setiap laga selesai apapun hasilnya. Termasuk jika hasilnya kurang memuaskan. Kami akan duduk bersama dengan pelatih guna menemukan jalan terbaik untuk terus memperbaiki performa tim menghadapi sisa liga musim ini,” ujar Liluk Wahyu Winarto, General Manager PSIS.

Menghadapi PSS Sleman sore ini pukul 15.30, PSIS akan tampil full team menyusul gelandang Heru Setiawan yang telah pulih dari cidera.

Bambang Nurdiansyah mengaku telah melakukan evaluasi terkait hasil kurang memuaskan yang diterima dalam dua laga terakhir. Pihaknya mencatat beberapa poin yang perlu diperbaiki seperti pada sektor pertahanan dan konsentrasi pemain.

“Saya sudah siapkan strategi menghadapi Sleman yang trennya sedang naik. Saya sudah mencoba memperbaiki kelemahan kita di sektor pertahanan yang terlalu gampang kemasukan. Selain itu, saya tidak ingin lagi anak-anak pecah konsentrasi saat bermain. Satu detik saja hilang konsentrasi, bisa dilihat akibatnya gol pertama Borneo lahir ya karena itu,” ujarnya, Jumat (1/11).

Baca juga:  Bek Arema Tak Sabar Lakoni Laga Lawan PSIS

Terkait dengan tekanan manajemen terhadap tren negatif PSIS, dirinya beserta pemain mengaku telah melakukan yang terbaik untuk meraih kemenangan. Meskipun PSS Sleman tidak diperkuat dua pemain asingnya, dirinya tetap siaga penuh mempersiapkan tim untuk tampil maksimal. Karena bagaimanapun formasi yang dimainkan coach Seto Nurdiyantoro, tim Elang Jawa tetap dapat bermain bagus dan menjadi ancaman bagi PSIS untuk memperjauh jarak dari zona degradasi.

“Selama ini pihak manajemen tidak ada peringatan dan justru bonusnya semakin ditambah. Dan saya pikir tanpa diperingatkan pun, saya dan pemain sudah seharusnya memberi yang terbaik. Saya selalu respek kepada manajemen yang selalu mendukung dan mengerti mereka ingin kita menang di kandang. Maka dari itu, kami akan memberikan yang terbaik, sehingga mampu meraih tiga poin dari Sleman,” harapnya.

Sementara itu, dari kubu lawan, PSS Sleman dipastikan tidak diperkuat dua legiun asingnya Alfonso De La Cruz dan Brian Ferreira saat melakoni laga tandang tersebut. Bek asal Spanyol tersebut diketahui masih mengalami cidera hamstring dan tidak mampu membela tim. Sedangkan Brian dipastikan absen akibat belum pulih dari cidera ulu hati yang didapatnya ketika melawan Persija Jakarta pada Kamis (24/10) lalu.

Baca juga:  Polisi Tangkap Empat Tersangka Bentrokan Suporter Liga 3 Askab PSSI Pemalang

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro menuturkan, selain dua pemain asingnya, Irkham Milla juga dipastikan absen untuk fokus membela Timnas U-22 berlaga di SEA Games Filipina. Meskipun begitu, pihaknya mengaku tidak gentar dan optimistis mampu mencuri poin dari sang lawan. Apalagi anak asuhnya akan bermain di kandang sendiri meskipun berstatus laga tandang. Pihaknya akan memaksimalkan status tersebut untuk mendapatkan dukungan maksimal dari para suporter, sehingga mampu memompa semangat Bagus Nirwanto dkk untuk meraih poin penuh.

“PSIS saat ini banyak berubah. Baik dari segi pelatih, pemain dan permainan mereka berbeda saat pertemuan pertama lalu. Apalagi mereka mendapat jatah istirahat dari kita yang hanya 3 hari saja. Karena itu, kami terus melakukan persiapan matang dan fokus me-recovery kebugaran pemain, sehingga bisa mengantisipasi permainan lawan. Terkait beberapa kendala yang dihadapi, kami harus bisa meng-cover dan tampil lepas sesuai dengan karakter kami. Sehingga bisa mengamankan tiga poin,” paparnya. (akm/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya