alexametrics

Gugatan Hak Cipta Pita Cukai Diuji

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sidang perkara gugatan ganti rugi atas dugaan pelanggaran hak cipta karya tulis hologramisasi atau kinegramisasi pita cukai tembakau atau rokok kembali berlangsung di Pengadilan Niaga Semarang, Senin (28/10). Kasim Tarigan, 87, selaku pencipta pencipta karya tulis hologramisasi atau kinegramisasi pita cukai tembakau atau rokok, mengajukan gugatan melalui kantor hukum Eternity Lawfirm Jakarta kepada empat pihak tergugat. Yakni PT Pura Nusa Persada selaku pihak yang mencetak dan menggabungkan Hologram dengan Pita Cukai sebagai tergugat I. Kemudian tergugat II PT Pura Barutama selaku pihak yang mengaku memiliki hak paten atas hologram. Tergugat III Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual dan tergugat IV berinisial FFG.

Majelis hakim yang dipimpin Edy Suwanto memeriksa sejumlah saksi ahli. Yakni Wakil Ketua Asosiasi Konsultan Hak Kekayaan Intelektual Indonesia (AKHKI) Suyud Margono, dosen Undip Budi Santoso, dan dosen Universitas Airlangga Surabaya Rahmi Jened. Dalam sidang ini penggugat diwakili dua kuasa hukumnya Dr Nur Widiatmo, SH, MM, MH,  CLA, dan Andreas, SH.

Baca juga:  Pengelola Toko Panca Sakti Elektrindo Dipolisikan

Suyud yang juga ahli di bidang kekayaan intelektual menerangkan, ide pemikiran berdasarkan pengetahuan dari berbagai macam sumber yang dimiliki pencipta dan telah diwujudkan secara tertulis, merupakan ciptaan. Sama halnya suatu draft/master, apabila sudah dianggap selesai serta dapat diwujudkan dalam suatu hal yang nyata dan khas juga dilindungi sebagai ciptaan dalam sistem hukum hak cipta.

“Untuk mewujudkan suatu gagasan dalam bentuk wujud ciptaan diperlukan inspirasi, kemampuan, pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, ataupun keahlian. Di mana hal itu juga tertuang dalam penjelasan Pasal 1 butir 3 UU nomor 28 tahun 2014 tentang hak cipta,” jelas Suyud, yang juga dosen Universitas Tarumanegara dan Universitas Mpu Tantular Jakarta.

Dijelaskan lebih lanjut, dalam Pasal 4 UU Hak Cipta, jelas sekali yang dikategorikan pemegang hak cipta yang bukan pencipta, hanya memiliki sebagian dari hak eksklusif berupa hak ekonomi. Dengan demikian tergugat 1, 2 dan 4 secara nyata telah melakukan publikasi, memproduksi, mengedarkan seolah-olah sebagai pencipta maupun pemegang hak cipta.

Baca juga:  Diprotes Masyarakat, Pemasangan Kanopi di Jalan Suari Kota Lama Dihentikan

Ahli yang juga salah satu perumus UU Hak Cipta tersebut menilai, perbuatan tergugat 1, 2 dan 4 telah melakukan adaptasi /pengalihwujudan atas ciptaan karya tulis yang merupakan pengetahuan milik penggugat tanpa izin. Dengan demikian, menurutnya, hal itu telah melanggar hak moral dari penggugat.

Salah satu kuasa hukum penggugat, Andreas menjelaskan, perkara itu bermula sejak Februari 1993, kliennya menciptakan suatu pengaman untuk cukai rokok. Namun karena banyak cukai rokok dipalsukan, akhirnya penggugat menciptakan karya tulis dengan judul hologramisasi atau kinegramisasi pita cukai tembakau atau rokok dengan nomor pendaftaran 021812, yang telah terdaftar di HAKI sejak 2001.

Advokat yang berkantor di Gedung Satrio Tower lantai 16, Mega Kuningan, Jalan Prof DR Satrio C4, Kuningan Jakarta Selatan itu kembali menjelaskan, sejak 1996 tergugat I melakukan pencetakan dan penggabungan cukai rokok dengan hologram. Di situ tergugat tidak pernah mengakui dan membayar hak royalti kepada penggugat hingga saat ini. Penggugat telah berusaha menyelesaikan baik-baik dengan menemui pimpinan Pura Barutama yang sudah dilakukannya sejak 2005 hingga saat ini, namun tidak mendapat tanggapan sama sekali.

Baca juga:  Dipecat karena Gay, Brigadir TT Melawan

Selain sengketa royalti hak cipta, lanjut Andreas, kliennya juga menggugat Dirjen HKI, dengan tujuan bisa mengembalikan sertifikat yang telah dibalik nama dari nama penggugat ke tergugat 4. “Bagaimanapun proses balik nama itu tidak sah karena penggugat telah memblokir surat pengalihan hak cipta yang dilakukan oleh tergugat 4, tapi Dirjen HKI tetap melakukan pengalihan hak cipta tersebut ke tergugat 4,” tandasnya. (jks/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya