alexametrics

E-Retribusi Terkendala Alat Tapping

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sistem elektronik retribusi (E-Retribusi) diklaim mampu meningkatkan pendapatan retribusi pasar. Namun sayangnya, sampai sekarang masih belum semua pasar tradisional di Kota Semarang menerapkan sistem tersebut. Data Dinas Perdagangan Kota Semarang menyebutkan, dari 52 pasar tradisional baru 5 pasar yang menerapkan e-retribusi.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fravarta Sadman mengatakan, penerapan e-retribusi merupakan upaya peningkatan pendapatan sektor retribusi.

“Memang baru lima yang menerapkan (e-retribusi). Yakni Pasar Pedurungan, Pasar Sampangan, Pasar Jatingaleh, Pasar Rasamala, dan Pasar Bangetayu. Target kami semua pasar yang ada di Kota Semarang memakai e-retribusi pada 2020,” ujar Fravarta Senin (28/10).

Menurut Fravarta, ketersediaan alat tapping menjadi kendala belum diterapkannnya e-retribusi di semua pasar. Dengan sistem e-retribusi, pedagang tidak perlu membayar langsung ke juru pungut. Juru pungut hanya membawa alatnya saja, kemudian pedagang tapping kartu, saldonya berkurang.“Langsung masuk ke sistem kami,” jelasnya.

Baca juga:  Pendataan Terhambat, Pedagang Pasar Johar Kesulitan Input Data secara Online

Terbukti, dari lima pasar yang menggunakan sistem ini, pendapatan retribusi pasar meningkat. Sehingga jika seluruh pasar telah menerapakan sistem e-retribusi, pendapatan retribusi pasar akan lebih optimal.

“Hasilnya, sudah terbukti pendapatan meningkat. Mau tidak mau e-retribusi harus dipakai. Apalagai, saat ini perkembangan zaman dituntut menggunakan teknologi,” ujarnya.

Program ini juga merupakan inovasi yang dilakukan Dinas Perdagangan untuk memudahkan pedagang dalam membayar retribusi. Sistem tersebut juga membuat penarikan retribusi pasar lebih transparan. Program ini sudah berjalan selama satu tahun. “Tahun depan kami akan perluas lagi sistem ini. Target kami, semua pasar dapat menerapkan e-retribusi pada 2020. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” harapnya.

Pihaknya berencana akan kembali menganggarkan alat tapping. Bagi pasar yang belum menerapkan sistem ini penarikan retribusi masih menggunakan cara konvensional yaitu karcis. (ewb/zal)

Baca juga:  Nestapa Pedagang Pasar Johar Semarang, Dagangan Ludes Terbakar

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya