alexametrics

PPJI Jateng Bagian 18.500 Soto Gratis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG— Ribuan warga mengular di kawasan Jalan Menteri Supeno Minggu (27/10) pagi. Bukan karena kegiatan car free day, tapi karena aksi sosial yang dilakukan Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) Jateng. Dengan membagikan 18.500 mangkok soto dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Sejak pukul 06.00 aksi diawali dengan senam bersama. Setelah itu kegiatan dibuka dengan menabuh beberapa alat masak seperti wajan, panci oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan sejumlah anggota PPJI. Pembagian soto pun dilakukan secara tertib. Warga cukup menjulurkan tangan di sela pagar pembatas untuk mendapatkan soto dalam wadah plastik. Tak sedikit soto yang diterima warga tumpah, karena kepanasan.

Baca juga:  Ratusan Anak TK Tak Takut Disuntik Vaksin

“Memang tadinya itu tidak panas tetapi lama-kelamaan mangkuk itu menjadi panas sehingga mangkuk jatuh,” kata Rukaiyah, 42, warga Kendal.

Sementara Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mmengapresiasi kegiatan tersebut. Soto merupakan salah satu makanan khas asli Indonesia yang memiliki banyak versi. Setiap daerah memiliki resep sendiri. Khas. “Memang ada yang dibuat bening kuahnya, ada pula yang dicampur dengan santan untuk menambah rasa gurih soto,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PPJI Jeteng Liliek Agus Gunarto mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk perayaan ulang tahun PPJI Jawa Tengah dan juga CSR. “Kegiatan ini selain sebagai kado ulang tahun kepada masyarakat Jateng juga sebagai syukuran dan CSR,” imbuhnya.
Liliek mengaku menyediakan 18.500 mangkok soto dari usulan yang semula 15 ribu mangkok. Kegiatan ini melibatkan 40 catering dengan berbagai jenis soto dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Seperti Soto Seger Boyolali, Soto Kemiri Pati, Soto Grombyang Pemalang, Soto Tauto Pekalongan, Soto Sokaraja Banyumas, Soto Klethuk Blora, hingga Soto Bening Semarang dan Solo.

Baca juga:  Kerja Cerdas dan Tekuni yang Sudah Ada

“Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua. Sebelumnya juga pernah dilakukan tetapi dalam bentuk nasi tumpeng,” jelasnya. Kegiatan tersebut pun tercatat dalam Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid). (hid/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya