alexametrics

Semarang Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Semarang memecahkan rekor suhu udara terpanas sejak tahun 2002. Suhu udara di Kota Semarang tercatat pada level tertinggi, menembus angka 39,4 derajat celcius yang terjadi pada pukul 13.00 hingga 15.00.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Semarang, Selasa (22/10) kemarin

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimitologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Semarang, Iis Widya Harmoko menuturkan baru pertama kali BMKG Kota Semarang mencatat suhu tinggi tersebut. Sebelumnya rekor suhu tertinggi tidak pernah terpecahkan sejak tahun 2002. Dimana Semarang mengalami suhu tinggi pada angka 38,5 derajat celcius.

Penyebab panasnya cuaca yang hampir menyeluruh pada Oktober ini, karena matahari sedang melintas sejajar dan berada tepat di atas Jawa Tengah. Maka, beberapa daerah termasuk Semarang menerima sinar matahari dalam jumlah besar. Hal itu, menaikkan suhu udara hingga rata-rata pada kisaran 27 hingga 35 derajar celcius.

Baca juga:  Pastikan Bendungan Gembiro Layak

“Temperatur tinggi yang ada di hampir seluruh daerah Jateng wajar terjadi. Apalagi dalam prediksi kami bulan Oktober ini, memang puncaknya suhu tinggi tersebut,” katanya.

Sebelumnya memang pernah terjadi suhu tinggi yakni pada tahun 1972 pada 12 dan 13 Oktober dengan suhu mencapai 38,5 dan 38,7 derajat celcius. Selain itu pada 18 Oktober tahun 2002 dengan 38,5 derajat celcius. Namun kalau untuk memecahkan rekor tersebut, baru pertama tercatat dengan 39,4 derajat celcius. “Kami perkirakan suhu tersebut akan terus berlangsung hingga akhir Oktober. Memasuki November, perlahan suhu akan turun bersamaan dengan hujan yang mulai turun di Jateng,” ujarnya.

Guna menghadapi suhu panas tersebut, dirinya mengimbau kepada warga untuk mengurangi intensitas kegiatan yang mengharuskan di luar ruangan pada siang hari. Mengingat rentannya tubuh mengalami dehidrasi akibat penguapan yang berlebih. Akibatnya seseorang dapat mengakibatkan pusing, mual, kulit memerah, keringat berlebihan hingga pingsan.

Baca juga:  Waspadai Talud Longsor dan Banjir

“Kalaupun harus keluar rumah, gunakanlah pelindung tubuh dari sengatan terik matahari seperti topi, jaket, payung dan tabir surya. Selain itu, terpenting jaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Sehingga tidak mudah terserang heat stroke yang bisa berakhibat fatal yakni kematian,” lanjutnya.

Sementara itu, Unit Analisis dan Pengolahan Data BMKG Ahmad Yani Semarang, Gempita Icky Dzikrillah menuturkan selain suhu panas, yang perlu dikhawatirkan adalah adanya angin kencang yang berpotensi terjadi small tornado seperti puting beliung dan lisus. Itu cukup berbahaya, sebab mampu merusak beberapa rumah di Wonosobo dan Banjarnegara.

Pihaknya mengimbau kepada warga untuk selalu memperhatikan peringatan dari BMKG dan BPBD setempat agar dapat segera mencari tempat perlindungan agar terhindar dari reuntuhan yang diakibatkan angin kencang tersebut.

  • Saat ini di Teluk Benggala memang terdapat pusat tekanan rendah yang dapat menarik angin dari Indonesia Timur ke pusat tekanan tersebut. Sehingga angin yang berhembus cenderung lurus dan memiliki kecepatan yang tinggi hingga 10-30 km/jam. Apalagi untuk daerah pegunungan yang yang minim halangan. “Kami mengimbau warga Jateng, terutama daerah pegunungan seperti Magelang, Wonosobo dan sekitarnya untuk berhati-hati terhadap potensi angin small tornado. Kami mengimbau kepada jajaran kami dan BPBD setempat untuk menginformasikan kepada warga agar dapat dilakukan mitigasi sehingga meminimalisir kerugian akibat angin tersebut,” pungkasnya. (akm/ida)
Baca juga:  Menjaga Stabilitas Tanaman Pangan di Musim Kemarau

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya