alexametrics

Pemkot Antisipasi Pedagang Dadakan

Awal 2020, Pasar Johar Baru Ditempati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Para pedagang dipastikan sudah bisa menempati Pasar Johar baru di awal 2020 nanti. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, meski pedagang sudah bisa masuk, namun belum semuanya. Masih sebagian, karena data pedagang akan dipastikan terlebih dahulu. Ini untuk mengantisipasi munculnya pedagang dadakan. Mereka memanfaatkan bangunan yang sudah jadi, namun ternyata tidak terdaftar sebagai pedagang asli Pasar Johar.

“Kenapa sebagian? Kami harus hitung benar terutama kapasitas. Dulu pedagang banyak, tiba-tiba muncul hitungan 8.000 pedagang, 7.000 pedagang, 5.000 pedagang. Sekarang harus ditata yang benar sesuai kapasitas supaya pedagangnya nyaman,” ujar Hendi, sapaan akrabnya, Senin (21/10).

Kondisi saat ini, lanjut dia, renovasi Pasar Johar baru sudah memasuki tahapan finishing. Hendi menargetkan pembangunan selesai akhir 2019 mendatang. Tidak hanya Pasar Johar baru, selesai pembangunan di akhir 2019 ini juga ditargetkan untuk alun-alun yang berada persis di sebelah Pasar Johar baru. Sehingga awal Januari 2020 sebagian pedagang sudah bisa menempati pasar heritage itu. Hendi juga mengatakan basement alun-alun Johar nantinya juga akan digunakan oleh pedagang yang sebelumnya menempati Pasar Yaik.

Baca juga:  Pelantikan Pimpinan DPRD Kota Semarang 2019-2024

Pembangunan pasar yang terbakar 2015 lalu tersebut memang tidak dengan merobohkan bangunan lama. Namun hanya dilakukan revitalisasi sesuai estetika cagar budaya. Hal itu supaya bentuk bangunan lama tetap dipertahankan dan berdiri kokoh. “Nanti akan dihitung tim ahli. Dari yang tadinya 100 persen, berapa sih sebanarnya kekuatan di lantai dua? Kami tidak ingin semua masuk tiba-tiba bangunan tidak kuat karena bekas kebakaran,” ujarnya.

Dikatakan, khusus nanti apabila ada pedagang yang tidak mendapatkan tempat, akan dibuatkan klaster-klaster. Apabila masih kurang, akan ditempatkan di tempat lain, bahkan memungkinkan untuk membuat bangunan pasar yang baru. Namun bangunan pasar baru untuk para pedagang yang tidak kebagian tempat akan dibahas oleh Pemkot Semarang lebih lanjut lagi.

Baca juga:  Minta Pedagang Legowo, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang Soal Penataan Pasar Johar

Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang Irwansyah mengatakan, finishing bangunan Pasar Johar baru berkaitan dengan mechanical electrical berupa pengetesan dan perapihan instalasi listrik.  Selain itu, kajian muatan pasar dan pengelolaan bangunan juga tengah dilakukan oleh tim ahli. Hasil kajian tersebut akan dibuat buku manual pemakaian dan pengelolaan bangunan cagar budaya.

“Akan dibuat buku dan diberikan kepada pedagang dan pengelola. Nanti dalam buku itu dimuatkan tata cara menggunakan gedung tersebut secara benar agar mereka juga ikut merawat dan melestarikan,” kata Irwansyah.

Ia mengatakan, jika tahap penyelesaian juga pada pembangunan alun-alun Johar. Diharapkan Irwansyah, akhir tahun ini bisa rampung 100 persen, sehingga awal 2020 sudah dapat dimanfaatkan. “Alun-alun tinggal finishing bangunan, tanam rumput, dan penataan ruang luar. Basement sudah jadi, tapi belum 100 persen, masih perapihan. Kami kerjakan pararel, yakni sembari merapikan di dalam, yang di atas juga dikerjakan,” tuturnya. (ewb/aro)

Baca juga:  Dilengkapi Chip, Bisa untuk E-Money

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya