alexametrics

Langitkan Doa, Pelantikan Presiden Aman

Kapolda Jateng Bersama Elemen Masyarakat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Kepolisian Daerah (Polda) Jateng bersama tokoh masyarakat melangitkan doa di halaman Mapolda Jateng, Jumat (18/10) sore. Kegiatan tersebut dalam rangka mendoakan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, berjalan lancar dan damai.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel sangat berterima kasih kepada masyarakat Jateng atas penyelenggaraan pesta demokrasi yang damai dan lancar. Kini anggota legislatif, presiden dan wakil presiden telah berhasil dipilih.

“Sore hari ini, kita berdoa bersama seluruh warga Jateng. Dipimpin oleh Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin Yahya. Doa ini agar pelaksanaan pelantikan Bapak Presiden dan Wakil Presiden berjalan lancar dengan kemudahan dan barokah yang diberujab oleh Allah SWT,” ungkapnya saat acara Doa Bersama untuk Negeri Tahun 2019, di halaman Mapolda Jateng, Jumat sore (18/10) kemarin.

Acara tersebur bertemakan “Sinergitas TNI, Polri, dan Pemerintahan Daerah dalam Mendukung Kelancaran Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Terpilih pada Pemilu 2019”. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Irjen Pol Rycko juga mendoakan presiden dan wakil presiden terpilih diberikan kesehatan dan diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas-tugas mulia memimpin Negera Indonesia.

Baca juga:  Komitmen Lestarikan Lingkungan, Polda Jateng Tanam 12 Ribu Pohon

“Tugas mulia ini tidak ringan. Semoga diberikan petunjuk untuk memimpin negeri ini, senantiasa damai, aman, semakin sejahtera, semoga menjadi negara baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” katanya.

Rycko mengatakan, pada kegiatan doa bersama ini dihadiri anggota TNI dan Polri, dan pemerintah daerah (Pemda) serta berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Jateng, Gus Karim dan Habib Lutfi, Sekda Pemprov Jateng, Sri Puryono, dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, pengurus DPP Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan lainnya. Bahkan, Direktur Jawa Pos Radar Semarang, H Baehaqi bersama General Manager Iskandar dan Pemimpin Redaksi Arif Riyanto turut hadir untuk berdoa.

“Kami mendoakan seluruh rakyat Indonesia agar semakin kuat persaudaraanya, kebangsaanya, dan semakin cinta kepada negerinya sehingga bisa menjadi negeri yang didambakan seluruh umat di dunia,” imbuhnya.

Baca juga:  Cegah Omicron, Jateng Perketat Pintu Masuk

Sementara Habib Muhammad Lutfi di depan jamaah pengajian menyampaikan supaya para orang tua menceritakan segala jerih payah yang telah dilaluinya. Sehingga anak bisa mengetahui dan tidak hidup dalam kemanjaan.

“Kalau sudah hidup dalam kemanjaan, anak tidak akan sensitif dan peka, karena sudah terbiasa hidup dengan kemanjaan. Ini yang saya khawatirkan. Tapi seandainya anak-anak kita mau dan orangtua meluangkan menceritakan jerih payah, maka si anak akan lebih mengerti dan berbuat baik,” katanya.

Lanjut Habib Lutfi menambahkan bahwa para orangtua yang hidup sebelum tahun 1945, pendidikan mereka itu tidak bebas. Tapi mereka dibatasi. Namun Alhamdulillah, Merah Putih terus berkibar.

“Di dalam menempuh kemerdekaan, jangan kira semudah membalikkan telapak tangan. Sehingga anak-anak atau generasi muda harus mengetahui sejarah. Karena nasionalisme ini tergantung wawasan sejarah para generasi bangsanya. Nasionalisme merupakan bagian roh merah putih,” katanya.

Baca juga:  Kemiskinan : Mengurangi dan Mengentaskan

Apa rohnya merah putih, Habib Lutfi mengatakan ada tiga. Roh merah putih, pertama adalah kehormatan bangsa ada di dalam merah putih. Kedua, harga diri bangsa ada dalam merah putih. Ketiga, jatidiri bangsa ada di dalam merah putih.

Habib Lutfi juga bertanya kepada para jamaah dilokasi tersebut seandainya merah putih di goyang. Para jamaah menjawab tidak rela. “Mestinya siapapun yang merasa memiliki (merah putih) tidak rela kalau NKRI, Indonesia ini dipecah belah,” tegasnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar Fitriana Sutisna menambahkan bahwa doa bersama untuk negeri dan mendoakan pelantikan presiden berjalan dengan lancar, aman dan damai.

“Kami mengimbau masyarakat Jateng untuk mendukung beragam kegiatan kegiatan ini. Kami berharap, seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk membuat Jawa tengah aman,” katanya. (mha/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya