alexametrics

Teteskan Air Mata Kenang Agoes Dhewa

Peluncuran Buku Ayat Dewa Pamungkas dari Timur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Budayawan KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus merilis buku “Ayat Dewa Pamungkas dari Timur” di Kampung Budaya Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, Selasa (16/10) malam. Buku tersebut berisi kumpulan puisi karya Gus Mus bersama budayawan Timur Sinar Suprabana, Beno Siang Pamungkas dan almarhum Agoes Dhewa. Namun sebelum buku dirilis di pasaran, salah satu penulisnya, Agoes Dhewa, sudah berpulang terlebih dahulu pada Minggu (20/1) silam.

Suasana haru dan isak tangis terjadi saat Gus Mus yang diwakilkan kepada Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono menyerahkan buku tersebut kepada keluarga alarmahum Agoes Dhewa. Baik Gus Mus maupun pejabat yang hadir terbawa suasana mengenang penyair sekaligus wartawan tersebut. “Ini merupakan impian papa sebelum meninggalkan kita. Melalui acara ini, saya merasa papa hadir mendampingi kita semua,” kata putra Agoes Dhewa, Gemintang.

Baca juga:  Tetap Antusias Menulis saat Tangan Diinfus

Untuk mencairkan suasana, disuguhkan hiburan yang penuh makna dari Band Rumah Pancasila pimpinan Yoseph Parera dan musikalisasi dari Joshoa Igo dan Wak Yok. Sosiawan Leak yang sengaja hadir dari Solo membuat suasana pecah karena membacakan puisi karya Agoes Dhewa dengan sedikit banyolan khasnya. Disusul sejumlah budayawan dan tokoh membacakan puisi secara bergantian. Antara lain, Sitok Srengenge, Beno Siang Pamungkas, Timur Sinar Suprabana, Harjanto Halim, Arnaz Agung Andrarasmara, Benk Mintosih, Nano Tirta, Romo Budi PR, Yoseph Parera dan budayawan lainnya.

Saat itu suasana berubah menjadi gelak tawa saat Rektor Unnes Prof. Dr. Fathurrohman, M.Hum memberikan sambutan. Banyolan dan pembacaan pantunnya yang kocak. Tidak kalah uniknya saat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didapuk membacakan puisi karya Agoes Dewa.  Sebelum membacakan puisi, Hendi –sapaan akrabnya–mengaku grogi dan sangat tidak sebanding dengan para budayawan yang menggebu-gebu.

Baca juga:  Spesialis Buku Bertema Religi

“Saya berpikir, penampilan saya ini njeglek  (tidak sebanding) dengan para budayawan sebelumnya, tapi saya tidak kehabisan akal, saya minta Romo Budi mengiringi saya dengan sexophone-nya,” ujarnya disambut ketawa para hadirin.

Tidak mau kalah, Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono juga memberikan pernyataannya mengenang almarhum Agoes Dhewa sebelum membacakan puisi. “Saya juga sudah membuat geguritan khusus untuk malam ini,” katanya.

Suasana pun kembali haru saat teman-teman Agoes Dhewa memberikan sedikit kenangannya. Anggota DPRD Jateng Sriyanto Saputro sempat menitikkan air mata mengenang Agoes Dhewa. Meski malam telah larut, ribuan hadirin tidak beranjak dari tempat duduknya. Mereka menantikan penampilan Gus Mus yang memiliki karya yang luar biasa.

Baca juga:  Santri Aset Tak Ternilai Bagi Kemajuan Bangsa

Gus Mus menutup acara dengan pembacaan puisi karya Agoes Dhewa dan karyanya sendiri. Gus Mus sedikit bercerita kenangan bersama Agoes Dhewa. (hid/mg2/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya