alexametrics

Teladani Sifat Welas Asih Kwam Im Po Sat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG– Aroma dupa menyeruak ke segala penjuru ruang, Indra, 55, warga Candisari tampak khusyuk mengikuti lantunan parita suci pada sembayangan peringatan Hari Yang Suci Kwam Im Po Sat (Dewi Welas Asih) meninggalkan dunawi di Keleteng Low Lie Bio Manyaran.

Lantunan parita suci yang dipimpin oleh Pandita Dhamma Amaro ini juga diikuti oleh ratusan umat TITD dari berbagai daerah. Tidak hanya itu, Peringatan yang digelar setiap bulan 9 tanggal 19 (Imlek) ini juga melantunkan puja dan puji untuk dewa dewi dan doa – doa untuk bangsa Indonesia.

“Kami berharap Presiden dan Wakil Presiden terpilih dapat didukung oleh wakil rakyat dalam mengemban tugasnya nanti. Sehingga ditahun – tahun mendatang, negara yang subur ini mampu menjadikan rakyatnya makmur,” harap Oktaviany Samudra, Sekretaris Yayasan Klenteng Low Lie Bio.

Baca juga:  Gemari Wushu Sejak Muda

Sementara itu, bendahara Yayasan Kelenteng Low Lie Bio, Ari Wibowo mengatakan, acara tersebut digelar guna meneladani sifat kasih Dewi Welas Asih kepada umatnya.
Dewi Welas Asih yang telah menjadi sang Bodhisatva, tidak mau berdiam diri di alam dewa dewi, namun lebih mengutamakan turun ke bumi untuk menolong umatnya yang membutuhkan pertolongan.

“Nilai–nilai kasih ini yang perlu kita teladani, agar tidak terjerumus oleh nafsu keduniawian yang tak pernah berkesudahan yang dapat menjadikan kita egois,” terang Ari Wibowo didampingi Untung Cahyadi selaku Wakil Ketua Yayasan.

Sembayangan selama satu jam tersebut ditutup dengan prosesi pradaksina yakni mengelilingi altar sebanyak tiga kali sembari memberi hormat kepada dewa  dewi di Kelenteng Low Lie Bio. (dit/zal)

Baca juga:  Disdag Semarang Bakal Tindak Tegas Pedagang yang Ketahuan Jual Beli Lapak Pasar Tradisional

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya