alexametrics

Dirikan Tiga Pos Pantau di Sunan Kuning

Hari Ini, Resmi Ditutup

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Hari ini, Jumat (18/10), lokalisasi Sunan Kuning resmi ditutup oleh Pemkot Semarang. Penutupan kompleks pelacuran yang sudah ada sejak 1966 itu akan dilakukan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Seperti diketahui, beroperasinya lokalisasi itu sejak pemerintahan Wali Kota Hadi Subeno berdasarkan SK Wali Kota Nomor 21/5/17/66 pada 15 Agustus 1966.

Tercatat, saat ini terdapat 448 Wanita Pekerja Seks (WPS) yang menggantungkan hidupnya dari keberadaan lokalisasi ini. Selain ditutup, para WPS juga mendapatkan tali asih dari Pemkot Semarang sebesar Rp 5 juta per orang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang Muthohar menuturkan, jika jadwal penutupan tidak berubah. Sementara untuk tali asih sendiri mulai didistribusikan ke rekening WPS sejak 14 Oktober lalu. “Namun memang pemberian buku rekening beserta ATM-nya itu pas seremonial penutupan,” ujar Muthohar, Kamis (17/10).

Baca juga:  Relokasi SMPN 16 Terbentur Aturan BPN

Muthohar juga mengatakan, setelah ditutup nantinya para WPS akan pulang ke daerah masing-masing. Dinsos Semarang sudah menyiapkan armada untuk mengantarkan mereka ke daerah masing-masing.

Dikatakannya, paling banyak WPS dari lokal Kota Semarang dan wilayah penyangga, seperti Kendal, Kabupaten Semarang, Salatiga dan Jepara. “Dari luar provinsi juga banyak, tetapi didominasi memang berasal dari lokal Kota Semarang,” katanya.

“Hari ini, Jumat (17/10) masih ada warga yang melakukan penandatanganan pemberkasan, yaitu berupa kuitansi pencairan dana bantuan, persetujuan penutupan SK. Serta bersedia pulang ke daerah asal setelah SK ditutup pada 18 Oktober 2019,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Semarang untuk memantau lokalisasi pascapenutupan. Bagi WPS yang nekat tidak pulang dan tetap membuka praktik di Sunan Kuning, akan ditindak tegas.

Baca juga:  BI Tertibkan 6 Money Changer Tak Berizin

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP dengan melakukan operasi yustisi, bagi warga yang masih tetap menjalankan profesi serupa di jalan, maka akan dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Selain SK, dalam waktu dekat ini, juga akan dilakukan penutupan di lokalisasi Gambilangu (GBL). Pihaknya saat ini sudah berkoordinasi dengan Kabupaten Kendal. Karena wilayah lokalisasi tersebut berada di perbatasan Kota Semarang-Kendal.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan terakit penutupan SK, yakni mulai Jumat (18/10) sore. Bahkan sudah membuat posko pengamanan di lokasi.

Nantinya, secara teknis Satpol PP untuk pengamanan pasca penutupan SK akan bertugas sampai Desember 2019. “Kami akan mendirikan tiga pos pantau di tiga titik di sini, dengan melibatkan di antaranya personil Polrestabes, Koramil, dan Kesbangpolinmas. Setiap pos itu akan ada sebanyak 7 personil yang siap bertugas pengamanan agar situasi tetap kondusif dan tertib,” katanya. (ewb/aro)

Baca juga:  152 Guru PPPK Siap Kerja

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya