alexametrics

Pejuang Pertempuran Lima Hari Terima Semarang Award

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pemkot Semarang memberikan penghargaan Semarang Award kepada para pelaku pertempuran lima hari di Semarang. Pemberian penghargaan ini merupakan kali pertama dilakukan Pemkot Semarang.

Ke-15 pejuang pertempuran lima hari yang mendapat penghargaan antara lain Dr Kariadi (diwakili cucu), KRMT Wongso Negoro, Hetami, Bambang Subiandono, Sukinah (tim medis), dr Sunarti (diwakili cucu), Darmono, Agung Rachmat, MA Iswanto, Jus An (diterima sendiri), Singgih Prayitno, Sudiyono Kartonegoro, Hasan Nur Hadi, Suliyah, R Purnomo Hadi Wijoyo, dan Doel Samat (diterima sendiri).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat membuka peringatan pertempuran lima hari Semarang di Tugu Muda, Senin (14/10) tadi malam, mengatakan, penghargaan kepada mereka yang berjuang mengusir penjajah ini selain wujud penghormatan, juga untuk mengenang jasa pahlawan.

Baca juga:  Akan Bangun Trem, Pemkot Semarang Belajar dari Bulgaria

Hendi –sapaan akrabnya–berharap, semangat dari pejuang yang telah gugur di pertempuran lima hari di Semarang tersebut dapat dicontoh oleh generasi saat ini. “Bisa mentransfer semangat perjuangan para pendahulu dan generasi saat ini. Ini perlu diteladani dan diimplementasikan,” katanya.

Dikatakan, semangat mengisi hari-hari pascaperjuangan tersebut yakni dengan membawa bangsa Indonesia menjadi lebih maju. Selain itu, juga memiliki peranan terbaik bagi masyarakat dunia.

Menurut Hendi, perkembangan zaman dengan dinamisme kehidupan seperti saat ini, lanjutnya, adalah tantangan para generasi penerus untuk mencari solusi terbaik. “Semoga kita mampu meneruskan perjuangan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki diri kita masing-masing,” tandasnya.

Dikatakan Hendi, perjuangan generasi sekarang memang berbeda dengan perjuangan para pendahulu. “Perjuangan sekarang tidak hanya mengangkat senjata, namun juga menyelesaikan kondisi yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  21 Tim Futsal SMA/SMK Berlaga di Piala Rektor UPGRIS

Ia mencontohkan, perjuangan dalam peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Juga dalam mengatasi rob, banjir, dan kemiskinan. “Ke depan supaya kita semakin solid. Menjadi bagian dari bangsa yang besar, yang tidak pernah meninggalkan sejarah,” katanya.

Pada peringatan pertempuran lima hari tersebut juga digelar aksi teatrikal oleh warga Kota Semarang. Dalam aksi teatrikal tersebut menceritakan bagaimana kegigihan para pejuang kemerdekaan, seperti Dr Kariadi. Di aksi teatrikal tersebut, diperagakan bagaimana tandon air Reservoir Siranda yang biasa diminum masyarakat dan Dr Kariadi diracun oleh penjajah Jepang.

Selain meracuni tandon air, Jepang juga melakukan penganiayaan di Subokarrti. Juga melakukan pembakaran rumah penduduk. Pada pertempuran lima hari itu, Dr Kariadi tewas. Aksi teatrikal juga menyedot perhatian masyarakat.

Baca juga:  Pria Tanpa Identitas Tewas Tersambar KA Harina

Ribuan warga memadati kawasan Tugu Muda sejak sebelum dimulainya aksi teatrikal. Peringatan yang dimulai pukul 19.00 itu berakhir pada pukul 20.19. Aksi tetrikal diperagakan oleh anggota Teater 17 dari Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang berkolaborasi dengan para siswa SMP dan SMA se-Kota Semarang. Dalam kesempatan itu juga dilakukan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang diberikan kepada veteran pertempuran lima hari di Semarang, Sutarno. (ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya