alexametrics

Perkuat Daya Saing, Genjot Sertifikasi UMKM

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, terus menggenjot pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal ini bertujuan agar produk asal Jateng, bisa bersaing di pasar internasional.

Kepala Disperindag Jateng, Arid Sambodo menjelaskan jika pihaknya saat ini berusaha meningkatkan kualitas produk UMKM di Jateng agar memiliki daya saing kuat. Pelaku UMKM di Jateng sendiri, saat ini jumlahnya ada sekitar 4 juta pelaku usaha.

“Kami meminta mereka untuk meningkatkan kualitas dan daya saingnya. Salah satunya adalah memiliki sertifikasi SNI,” katanya usai Bulan Mutu Nasional 2019, di Patra Semarang Hotel & Convention, Kamis (10/10) siang.

Baca juga:  Dari Jateng Jaga Citra Indonesia

Selain memiliki sertifikasi, lanjut Arif, pelaku usaha juga harus bisa mandiri dan tidak bergantung pada pemerintah. Dengan jumlah pelaku usaha sekitar 4 juta di Jateng, nasional mencapai 60 juta. Namun tidak semua pelaku usaha bisa ter-cover pemerintah. “Makanya kami mendorong pelaku usaha untuk mandiri, karena tidak semua bisa di-cover pemerintah,” tuturnya.

Disinggung jumlah pelaku usaha yang telah tersertifikasi, Arif menerangkan saat ini hanya ada sekitar 115 pelaku industi yang telah memiliki sertifikasi SNI. Mayoritas, pelaku usaha bergerak pada sektor makanan/minuman, serta sebagian sektor yang berkaitan dengan keamanan seperti helm dan peralatan listrik. “Kami terus berupaya agar pelaku usaha bisa mendapatkan sertifikasi, berupa pendampingan, serta melakukan kurasi apakah produk yang dihasilkan bisa memenuhi standar SNI,” jelasnya.

Baca juga:  5.084 Kendaraan yang Akan Masuk Semarang Dipaksa Putar Balik

Starndarisasi sendiri, lanjut Arif, bukan sekadar pelengkap produk saja. Melainkan kebutuhan, sehingga produk UMKM di Jateng bisa diterima salah satunya di pasar ekspor, sesuai dengan komitmen Disperindag. “Ke depan, kami mendorong satu sertifikat SNI dari pelaku UMKM, sehingga bisa diterima dimanapun ketika sudah berorientasi ekspor,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BSN Bambang Prasetya mengapresiasi kinerja Disperindag Jateng dalam mendorong produk-produk UMKM dapat memiliki SNI sehingga mampu berkembang dan bersaing dengan produk dari negara lain. “Selain UMKM, juga ada skema akreditasi pendidikan, hingga skema penerapan SNI untuk Smart City. Salah satunya SNI ISO 37120:2018,” tambahnya. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya