alexametrics

Pendaftaran Gunakan Sistem Ballot Borobudur Marathon berkelas Dunia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG –Tata cara pendaftaran peserta Borobudur Marathon sudah menggunakan sistem ballot (undian). Sistem ballot adalah prosedur pendaftaran yang digunakan dalam banyak marathon besar di seluruh dunia untuk mendapatkan kesempatan menjadi peserta (slot).

“Artinya, penyelenggaraan Borobudur Marathon 2019 pada 17 November mendatang dengan start di Taman Lumbini Candi Borobudur, ditegaskan sudah berkelas dunia,” kata Ketua Yayasan Borobudur Marathon, Liem Chien An kepada wartawan.

Menurutnya, Borobudur Marathon ini berbeda dengan World Marathon Majors. Karena itu memang sudah menjadi brand. “Tapi kalau Borobudur Marathon 2019 sudah kelas dunia, saya katakan ya. Peserta sudah mendunia, dan cara pendaftaran peserta pun sudah ikut marathon dunia yaitu ballot,” kata Chie An.

Baca juga:  Pemkot Semarang Sebar Ribuan APD ke RS Rujukan

Menurutnya, sistem ballot membuat pendaftaran sangat fair. Tidak ada lagi peserta yang kecewa karena terlambat mendaftar atau merasa gagal mendaftar lantaran jaringan online yang ngadat.

Hal senada disampaikan Panitia Pelaksana Lukminto Wibowo. Dia mengatakan bahwa Borobudur Marathon 2019 sudah berkelas dunia karena sudah memenuhi standar marathon dunia. Standar tersebut meliputi sistem pendaftaraan, adanya race director yang bersertifikat, race yang dilalui, peserta yang internasional hingga keberadaan broadcasting.

Dia menjelaskan bahwa tim Borobudur Marathon 2019 akan mengumpulkan seluruh komunitas runner di FX Senayan, awal November. “Kami akan sosialisasikan Borobudur Marathon 2019 kepada runners di Tanah Air. Bukan saja mengenalkan lomba lari ini, tapi kami mengadakan training, workshop untuk mengedukasi pelari tentang apa yang perlu dipersiapkan ketika mengikuti lomba lari,” tambahnya.

Baca juga:  Borobudur Marathon 2020 Berkonsep Hybrid

Menurutnya, tidak semua pelari paham yang harus dilakukan sebelum berlari. Khususnya untuk jarak jauh. Adanya pelari yang sesak nafas dan jatuh pingsan adalah indikasi belum pahamnya pelari tentang persiapan fisik. “Kami akan mendatangkan ahlinya dalam sosialisasi Borobudur Marathon itu. Ada trainer yang bisa menjelaskan tentang cara berlari yang benar,” pungkasnya. (ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya