alexametrics

Ajak KNPI Perangi Radikalisme dan Terorisme

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Gelaran Temu Kangen Alumni  Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah, mejadi ajang reuni bagi sejumlah tokoh yang pernah menjadi pengurus organisasi tersebut. Salah satunya adalah Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Runag Dinas Wali Kota Semarang, Minggu (13/10) siang. Tjahjo hadir sebagai pengurus KNPI Jawa Tengah periode 1985 – 1996, kemudian menjadi Sekretaris Jenderal KNPI pusat pada 1988 – 1991, dan akhirnya menjadi Ketua KNPI pusat sejak 1990 hingga 1993. Adapun Hendi, sapaan Wali Kota Semarang pernah menjadi Ketua KNPI Jateng 2004 – 2007 dan 2007 – 2011.

“Pemuda.. Maju! KNPI..Jaya!! Siapa kita.. Indonesia! NKRI.. harga Mati! Merdeka…!!! Beberapa tahun lalu kita juga pernah mengadakan temu alumni, tetapi tahun ini yang hadir saya rasa jauh lebih komplit,” kata Hendi saat memberikan sambutan.

Baca juga:  Pedagang Hewan Kurban Kesulitan Dapatkan Pakan

Pada kesempatan yang sama, Tjahyo Kumolo menyoroti tentang persoalan kebangsaan. Khususnya, keprihatinannya terhadap masalah yang sekarang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia, dari kacamatanya sebagai Menteri Dalam Negeri.

“Kalau dicermati, perkembangan dan dinamika rasa persatuan dan kesatuan bangsa cukup memprihatinkan. Hari ini orang saling mengenal atau dekat, tidak melihat prestasinya atau posisinya, tapi dari asli mana, daerah mana suku mana agama apa,” jelasnya.

Menurut Tjahjo, ada empat tantangan terbesar bangsa Indonesia, yakni radikalisme, kedua terorisme, yang ketiga narkoba dan keempat adalah kesenjangan sosial yang masih ditemui di Indonesia. “Setelah 74 tahun Indonesia merdeka tantangan yang paling berat, yaitu masalah terorisme dan radikalisme. Terorisme dan radikalisme merupakan ancaman,” tegasnya.

Baca juga:  KNPI Kabupaten Semarang Perjuangkan Eksistensi Pemuda

Tjahyo mengambil contoh ketika dirinya melalui Kementerian Dalam Negeri harus mengeluarkan izin organisasi masyarakat (ormas).  Dalam pengajuan tersebut masih banyak ormas yang jelas-jelas anti Pancasila. Total ada 427 lebih organisasi masyarakat yang sebagian besar ormas keagamaan yang mendaftar. “Dari situ ada ormas yang AD-ART-nya jelas mencantumkan anti Pancasila. Langsung distop dan tidak dikeluarkan izin karena jelas-jelas melanggar ideologi negara,” bebernya.

Menurut dia, agenda stratagis nasional yang harus digenjot saat ini dan beberapa waktu ke depan harus kembali memperkuat rasa cinta tanah air, cinta bangsa dan cinta negara. Rasa kecintaan ini, kata dia, harus dibangun bahwa Indonesia ini terdiri atas beragam suku, budaya bahasa agama dipersatukan oleh Pancasila.  “KNPI harus memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa, saling menghargai memberi kesempatan untuk saling berserikat, menghargai orang lain untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan,” ucapnya.

Baca juga:  Rekomendasi Dukungan Diperketat Jelang Pemilihan Ketua KNPI

Tjahyo pun mengajak semua alumni KNPI untuk tegas dan berani menolak yang ingin memecah belah NKRI, dengan sikap tegas kepada siapapun yang ingin menghancurkan keutuhan NKRI. “Harus tegas. Siapa kawan dan siapa lawan, pada perorangan, kelompok atau golongan yang berniat untuk memecah belah NKRI. Itu bukan cuma lawannya TNI, tapi musuhnya kita alumni KNPI,” tegasnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya