alexametrics

Industri Kreatif Kian Prospektif

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Di tengah perkembangan teknologi, industri kreatif memiliki peluang besar untuk tetap bertahan. Termasuk di antaranya industri fashion.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI, Hanif Dhakiri meyakini, industri fashion yang berpangku pada inovasi dan kreativitas menjadi salah satu industri yang mampu menghadapi otomasi. Menghadapi tantangan pekerjaan yang lebih mengandalkan kemampuan robot.

”Ke depan pekerjaan yang mengandalkan kreativitas dan inovasi yang akan tetap bertahan. Sebab mesin yang semakin canggih tidak akan dapat melakukan hal yang berkaitan dengan kreativitas,” ujarnya.

Secara nasional, saat ini industri fashion merupakan penyumbang ekonomi terbesar kedua dalam ekonomi kreatif. Pertama adalah kuliner. Untuk itu, pihaknya mendorong agar generasi muda diarahkan untuk tidak ragu terjun di industri fashion.

Baca juga:  Simpel, Cocok untuk Santai maupun Formal

Sejalan dengan hal ini, pemerintah terus memperbaiki kualitas Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK). Ini penting dalam rangka meningkatkan kompetensi individu. Sebab, dalam konteks dunia yang terus berubah, SDM dituntut memiliki daya saing untuk dapat bertahan dalam persaingan.

”Kami sesuaikan dari yang dulunya garmen menjadi fashion teknologi. Tidak hanya tata cara produksi saja, kami ajarkan mereka untuk berkreasi termasuk dalam hal marketingnya. Agar anak-anak bisa menjadi desainer ternama yang dapat berkompetisi secara internasional,” ujarnya.

”Terbukti di BBPLK Semarang belum lama ini sudah bisa ikut fashion show di Paris,” imbuhnya saat hadir di acara Fashion Paradise 2019 di BBPLK Semarang, (12/10).

Baca juga:  Blusukan Kampung, Hendi Gerak Cepat Atasi Saluran

Fashion Paradise 2019 memang menjadi salah satu ajang untuk menciptakan pengusaha muda baru di bidang fashion. Dalam final kemarin, sedikitnya ada 50 karya yang dipamerkan di BBPLK Semarang. Karya-karya ini adalah hasil ciptaan desainer dari Sumatra, Kalimantan, NTT dan sebagian besar dari Jawa. ”Ada dari SMK, LPK, profesional dan perguruan tinggi,” ujar Eka Mutia Y, dari Kreasi Lintas Cipta.

Dalam ajang ini, para desainer muda menghadirkan karya menggunakan kain warisan nusantara atau kain daerah yang dikombinasikan dengan bahan lainnya. Hasilnya, cukup mengesankan. ”Selain itu, karya mereka harus benar-benar original dan belum pernah di show kan. Desain dan outfit harus sesuai,” imbunya.

Baca juga:  Potret Warga RW 16 Tanjung Emas yang Masih Harus Berjuang di Tengah Genangan Rob

Rian salah satu pengunjung mengaku terkesan dengan karya desainer muda. Menurutnya, bakat mereka perlu terus diasah agar dapat berkarya ke tingkatan yang lebih tinggi. ”Ternyata ada juga desainer yang dari SMK. Dan karyanya saya rasa tidak kalah bagus,” ujarnya. (sga/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya