alexametrics

Hari Tanpa Bayangan di 14 Kabupaten/Kota

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Fenomena Hari Tanpa Bayangan yang berlangsung Jumat (11/10) kemarin, terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Di Kota Semarang, fenomena tersebut terjadi tepat pukul 11.25.06 WIB.

Informasi yang diperoleh dari Stasiun Klimatologi Kelas I, BMKG Kota Semarang, hari tanpa bayangan terjadi di Semarang lantaran posisi matahari tepat berada di titik koordinat 59.071 LS dan 43.02 BT.

Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas I, BMKG Kota Semarang, Iis Widya Harmoko mengatakan, suhu udara di Semarang itu mencapai 36,4 derajat sehingga letak matahari atau kulminasi utama berada tepat di atas kepala manusia. “Saat hari tanpa bayangan terjadi di Semarang, temperatur udaranya sudah mencapai 36,2-36,4 derajat celcius,” tegasnya.

Baca juga:  Cuaca Buruk di Semarang Mulai Telan Korban

Menurutnya, hari tanpa bayangan juga muncul dengan waktu yang hampir bersamaan di 14 kabupaten/kota lainnya. Sedangkan daerah yang dilalui hari tanpa bayangan Jumat kemarin adalah Kabupaten Blora, Rembang, Pati, Purwodadi, Kudus, Demak, Kendal, Batang, Pekalongan, Kajen Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Slawi Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Brebes. “Ada beberapa daerah yang berbeda saat terjadi Hari Tanpa Bayangan, tetapi waktunya yang berbeda,” jelasnya.

Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani, Yoga Sambodo mengatakan kemunculan hari tanpa bayangan dipengaruhi oleh gerak semu matahari yang berada di lintang selatan. Sehingga saat terjadi kulminasi utama, warga yang sedang beraktivitas di luar rumah disarankan perbanyak minum air putih karena temperatur udaranya naik drastis ketimbang kondisi normal.

Baca juga:  Lubang Jalan Jalur Pantura mulai Ditambal

“Soalnya musim hujannya agak mundur dari perkiraan awal, jadinya suhu udara di Semarang cenderung panas. Penyebab lainnya, matahari sedang berputar di belahan bumi selatan dan tidak ada tutupan awan sama sekali. Dampaknya radiasi mataharinya lebih maksimal saat turun ke bumi,” jelasnya.

Salah seorang warga jalan Hasanudin, Winarno mengatakan kemunculan hari tanpa bayangan ini sangat menarik setelah berdiri pas munculnya hari tersebut, seolah bayangan menghilang.  “Tetapi kalau dilihat bayangannya memang tepat tegak lurus di bawah saya,” katanya. (hid/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya