alexametrics

Kongres Sampah Libatkan Lintas Kalangan

Dihadiri Pejabat hingga Pemulung

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG– Kongres sampah yang akan digelar 12-13 Oktober besok di Desa Kesongo Salatiga rencananya akan melibatkan 1500 orang berbagai elemen. Mulai dari pemerintah pusat hingga tingkat paling bawah, puluhan pengusaha, puluhan akademisi dari seluruh universitas di Jawa Tengah, ratusan komunitas, praktisi hingga perkumpulan pemulung.

Inisiator acara, Putut Yulianto mengatakan bahwa keterlibatan semua elemen ini penting untuk menemukan formula tepat untuk menangani persoalan sampah. Termasuk keterlibatan komunitas yang dinilainya akan sangat membantu kongres, terutama terkait data, riil aksi dan pola edukasi. Bahkan sebanyak 99 pejabat dari seluruh provinsi di Indonesia juga bakal urun rembuk di acara tersebut.

”Harapannya, hasil keputusan dalam kongres ini nantinya akan mengikat semua pihak mulai dari pusat hingga tingkatan paling bawah. Makanya harus dihadirkan semua,” kata Putut, Kamis (10/10).

Baca juga:  Kesenian Kuda Lumping Meriahkan CFD Gunungpati

Dengan demikian, ia tambahkan, eksekusi dari hasil keputusan dapat dilakukan secara efektif. Seperti, ia contohkan, dalam infrastruktur, edukasi, serta pembagian tugas di setiap sektor pemerintahan sehingga tidak saling tumpang tindih.

”Karena setelah regulasi itu ditetapkan, nantikan akan menjadi rujukan bagi pemerintah kabupaten/kota di Jateng. Karena 102 pejabat Tingkat II di Jawa Tengah juga mengikuti rangkaian kongres ini,” ujarnya.

Dijelaskan, selain pemerintahan, kongres sampah juga diikuti pengusaha, aktivis peduli sampah, akademisi dan masyarakat. Bahkan untuk akademisi, yang bakal terlibat sebanyak 77 orang dari seluruh universitas di Jawa Tengah.

“Untuk pengusaha yang konfirm hadir ada 27 perusahaan yang punya keterkaitan dengan sampah. Praktisi ada 26 orang. Bahkan untuk Komunitas ada 430 kelompok bakal hadir. Bahkan perkumpulan pemulung juga bakal ikut hadir,” katanya.

Baca juga:  Jateng Bakal Gelar Kongres Sampah

Seluruh peserta kongres ini, ia jelaskan, akan mengikuti serangkaian acara. Mulai dari pameran hingga sidang komisi. Dalam sidang komisi ini mereka akan menyampaikan argumen untuk mencari solusi mengatasi persoalan sampah.

”Hasilnya nanti akan menjadi dasar Gubernur untuk mengeluarkan kebijakan. Sehingga harapannya memang bisa diikuti seluruh pemerintah daerah dan masyarakat di penjuru tanah air,” ujarnya.

Hendra, salah satu pengusaha pengolah sampah dari Asosiasi Daur Ulang Indonesia mengakui persoalan sampah di tanah air ini muncul karena minimnya edukasi persampahan. Dengan dilibatkannya banyak pihak, dirinya berharap edukasi kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih baik.

”Jadi semua harus memiliki semangat yang sama untuk mengatasi persoalan sampah ini. Edukasi ini harus jadi fokus dalam kongres sampah,” ujarnya berpendapat. (sga/lhr/ida)

Baca juga:  Angkat Pasar Tradisional Tumbas.in Gandeng Pemkot

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya