alexametrics

Bentuk Tim Khusus Antikorupsi

Pemprov, Polda dan Kejati Jateng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng bersama Polda Jateng dan Kejati Jateng membentuk tim khusus antikorupsi. Tim tersebut bertugas menangani tindak pidana korupsi dari laporan dan pengaduan masyarakat melalui website khusus.

Kanal aduan yang diluncurkan untuk menunjang kerjasama itu bernama laporkorupsijateng.id. Website tersebut diluncurkan atas kerjasama antara Ditreskrimsus Polda Jateng, Aspidsus Kejati Jateng dan Inspektorat Jateng.

Dengan tagline Berantas Korupsi Sambil Ngopi, kanal aduan itu menjadi alat terbaru Ganjar mewujudkan integritas dalam pemerintahan. Peluncuran kanal aduan itu dilakukan di Gedung Gradhika Bhakti Praja kompleks perkantoran Provinsi Jateng, Kamis (10/10).

Selain Gubernur Ganjar Pranowo, hadir juga Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel, Kajati Jateng yang diwakili Aspidsus, Pangdam IV Diponegoro yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Kepala BPK Perwakilan Jateng, Kepala BPKP dan sejumlah tamu lainnya.

Baca juga:  Semangat Antikorupsi Warnai setiap Sudut RSUD

Dengan tagline Berantas Korupsi Sambil Ngopi ini, kata Gubernur Ganjar, tujuannya agar penyelesaian semua laporan terkait korupsi dapat dilakukan dengan baik. “Kalau ada laporan tentang korupsi, akan dikaji bersama, benar apa tidak, datanya ada tidak, buktinya apa. Maka semua itu bisa didiskusikan sambil ngopi, agar tidak tegang,” ucapnya.

Ke depan lanjut Ganjar, tidak hanya tentang pemberantasan korupsi, pada aspek pelayanan masyarakat juga akan dilakukan hal serupa. Semua lembaga dan instansi pemerintahan di Jawa Tengah, dapat membuat aduan bersama untuk menyelesaikan berbagai persoalan.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengapresiasi dibentuknya forum kerjasama antara APH dengan Pemprov Jateng ini. Menurutnya, kerjasama ini merupakan wujud nyata semangat pemberantasan korupsi di Jawa Tengah.

Baca juga:  Persiapan Sudah 100 Persen, SMAN 5 Siap Pembelajaran Tatap Muka

“Ini bukti bahwa Jateng ingin membuat birokrasi dan pemerintahan semakin bersih. Dengan forum kerjasama dan dibukanya kanal aduan ini, maka pengawasan, pencegahan dan pemberantasan korupsi akan semakin terarah. Kami siap berkoordinasi dan bersinergi terkait kerjasama ini,” kata dia.

Hal serupa disampaikan Aspidsus Kejati Jateng, Ketut Sumedana. Menurut Ketut, forum ini menjadi jembatan koordinasi antara aparat penegak hukum dengan pemerintah daerah. “Ini jadi jembatan koordinasi yang baik dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Jawa Tengah. Saya harap, ke depan hal ini juga diakomodir sampai ke daerah lain di Indonesia,” ucapnya. (mha/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya