alexametrics

Penderita Gagal Ginjal Meningkat Dua Kali Lipat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Penderita gagal ginjal terus meningkat. Jika tahun 2010 sebanyak 2,62 juta orang menerima terapi dialisis di seluruh dunia. Pada 2030 diprediksi meningkat dua kali lipat.

Ketua Perhimpunan Nefrologi lndonesia (Pernefri) Korwil Jateng, DR Dr Lestariningsih SpPD KGH mengungkapkan bahwa laporan Indonesian Renal Registry (IRR), pusat data Pernefri menyatakan jumlah pasien pada 2016 yang menjalani cuci darah sebanyak 52.835 orang, dengan jumlah pasien baru sebanyak 25.446 orang.

Berdasarkan data diagnosis pasien yang menjalani hemodialisis dari IRR, penyebab utamanya adalah gagal ginjal kronik stadium 5 atau CKD Stage V sebesar 90 persen disusul gagal ginjal akut (ARF) sebesar 8 persen dan gagal ginjal akut pada gagal ginjal kronik (Acute on Chronic) sebesar 2 persen.

Baca juga:  Setiap Kelurahan Minimal Rp 1 Miliar

Dalam tindakan terapi akibat gagal ginjal ada tiga pilihan yakni cuci darah, dicuci lewat perut, serta transplantasi atau pencangkokan ginjal. RSUIP Dr Kariadi sudah bisa melakukan, sehingga tidak perlu lagi ke luar negeri.

“Penyebab dasar dari CKD stage V terbanyak adalah Nefropati diabetika sebesar 52 persen, disusul Penyakit ginjal hipertensi sebesar 24 persen, Glomerulopati primer 6 persen, serta Nefropati obstruksi sebesar 4 persen,” katanya yang didampingi oleh Ketua Panitia Dr Dwi Lestari P M.Si Med SpPD, KGH dan Sekretaris Dr Ayudyah Nurani SpPD KGH.

Adapun penyakit penyerta pada CKD stage V antara lain hipertensi sebanyak 51 persen, diabetes mellitus sebanyak 28 persen, penyakit kardiovaskuler sebanyak 5 persen, hepatitis B sebanyak 2 persen, penyakit serebrovaskuler sebanyak 2 persen, hepatitis C sebanyak 2 persen, keganasan sebanyak 2 persen, penyakit saluran kencing sebanyak 2 persen, penyakit saluran cerna sebanyak 1 persen, dan tuberculosis sebanyak 1 persen.

Baca juga:  Akhir 2020 Groundbreaking PRPP

Berdasarkan problematika penyakit ginjal di atas, Pernefri Korwil Jateng bekerjasama dengan Divisi Ginjal Hipertensi Bagian/KSM llmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi bermaksud menyelenggarakan Simposium dan Workshop Semarang Update on Nephrology (SUN) 2019, dengan tema  Systemic Perspective toAchieve Good Clinical Practice. Rencananya pada 25 Oktober digelar workshop di gedung Diklat RSUP Dr Kariadi dan pada 26 dan 27 Oktober digelar symposium di Gumaya Tower Hotel Semarang. (hid/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya