alexametrics

Trans Semarang Jadi Percontohan BRT di Indonesia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Berkat inovasi dalam bidang pelayanan yang dilakukan Trans Semarang, Kota Semarang dijadikan percontohan dalam pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) di Indonesia oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Percontohan ini ditandai MoU Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Pilot Project Sustainable Urban Transport Programme Indonesia (Sutri Nama) dan Indonesia Bus Rapid Transit Corridor Development Project (Indobus) dengan lima pemerintah daerah di Indonesia.

“Selain Semarang, kerjasama ini menggandeng Pemerintah Kota Batam, Kota Bandung, Kota Makasar, dan Kota Pekanbaru. Tentu prestasi membanggakan bagi Kota Semarang dan Trans Semarang,” kata Kepala Badan Layanan (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, Selasa (8/10) kemarin.

Diketahui, MoU tersebut adalah tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama Kemenhub dengan Pemerintah Jerman, Pemerintah Inggris, dan Pemerintah Swiss, yang memberikan dana hibah sebesar 21 juta euro untuk membangun transportasi perkotaan dan menurunkan emisi gas rumah kaca.

Baca juga:  Ini Kronologi Dugaan Malapraktik RS Telegorejo yang Berujung Meninggalnya Pasien

Menurut Ade, Semarang dianggap sebagai penyelanggara BRT paling sukses di Indonesia sehingga dijadikan percontohan. Sejak hadir 10 tahun lalu, Trans Semarang memiliki 11 koridor dengan jumlah penumpang 33 ribu orang perhari.

“Angka pegguna Trans Semarang sangat besar dibandingkan kota lain yang juga memiliki BRT. Pengguna juga dimudahkan dengan aplikasi Trans Semarang, serta kemudahan dalam pembayaran non tunai,” tuturnya.

Dengan diselenggarakan project tersebut, lanjut Ade, nantinya akan berujung pada dedicated line atau jalur khusus bagi Trans Semarang. Proses dedicated line sendiri, saat ini masih dalam tahap Pre-Feasibility Study. Harapannya, sistem transportasi masal ini bisa lebih cepat dan efisien. “Nantinya bukan hanya pengembangan BRT, tapi pengembangan secara makro terkait dengan sistem transportasi masal di Kota Semarang,” tambahnya.

Baca juga:  Kelurahan Karangtempel Sediakan 500 Paket Sembako Murah

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub RI, Budi Setiyadi mengatakan, ada lima kota percontohan awal mendapatkan dana hibah, yakni Bandung, Semarang, Makassar, Pekanbaru dan Batam.  “Lima kota ini nantinya menjadi percontohan untuk program Indobus dan Sutri Nama. Jadi bantuan dari pemerintah Jerman dan Swiss, selain kajian juga menyangkut masalah dana,” ujarnya. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya