alexametrics

Buron Tiga Tahun, Dua Begal Diringkus

Empat Pelaku Masih Buron

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Masih ingat kasus kejahatan jalan atau begal di Jalan Veteran, persis Samping Mapolda Jateng, Minggu, 11 September 2016? Setelah 3 tahun, Polrestabes Semarang baru berhasil meringkus dua anggota dari komplotan pelaku begal yang tergolong sangat sadis ini.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, dua pelaku yang berhasil diringkus adalah Rifqi Fitrianto alias Kiki alias Lohan, 21, beralamat Jalan Kakap Kampung Mlayu Manis Kelurahan Dadapsari Kecamatan Semarang Utara. Satunya M Guruh Reza Mahendra Putra, 21, warga Kampung Kalicilik Kelurahan Dadapsari Semarang Utara.

Kedua pelaku diringkus oleh Unit Resum Satreskrim Polrestabes Semarang tanpa perlawan di rumah masing-masing, Selasa (8/10) sekitar pukul 03.30. “Dua pelaku kami amankan, ini masih dilakukan pemeriksaan. Pengakuan pelaku baru sekali melakukan tindak kejahatan. Tapi masih kami dalami untuk pengembangan,” ungkap Kanit Resum Satreskrim Polrestabes Semarang, Iptu Jumani saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (8/10) kemarin.

Baca juga:  Eks Direktur BPR Salatiga Triandari Ajukan PK

Pada kasus pembegalan tersebut, korbannya adalah Mustofa, warga Cepogo Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara. Kala itu, korban bersama dua orang rekannya, Patrishiany Dewi Permatasari, warga Kelurahan Srondol Wetan Kecamatan Banyumanik Semarang dan Fajar Kurniasih warga Demungan Kelurahan Karanganyar Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Ketiganya  melintas di Jalan Veteran usai keluar dari warung angkringan hendak menuju tempat kos di daerah Tlogasari, Minggu 11 September 2016 malam.

Saat melintas persisnya di depan Hotel All Stay atau samping Mapolda Jateng, berpapasan dengan gerombolan pengendara sepeda motor. Salah satu kendaraan pelaku menghadang korban dan merampas tas milik rekan korban. Hingga akhirnya terjadi tarik menarik lantaran dua perempuan tersebut berusaha mempertahankan barang miliknya.

Baca juga:  Serap Tenaga Kerja dari Program Pemagangan

“Pelaku lain berusaha merampas motor korban, namun korban melawan dan masyarakat sekitar melihat kejadian tersebut ikut membantu. Kemudian dua anggota petugas kepolisian di pos jaga yang melihat itu kemudian membantu korban,” bebernya.

Rupanya, para pelaku ini tergolong nekat dan sadis. Pelaku lainnya menyerang dua anggota polisi dari Detasemen Markas (Denma), yakni Brigadir Teguh Prasetyo dan Bripka Thyo dengan cara menabrakkan sepeda motor yang dikendarainya. Petugas langsung mengambil tindakan tegas dengan cara mengeluarkan tembakan peringatan. Namun hal ini tidak diindahkan pelaku, hingga akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas. “Ya, dulu ada tiga yang berhasil ditangkap di lokasi kejadian. Kasusnya sudah dilimpahkan,” tegasnya.

Baca juga:  Tambah 10, Total Ada 17 Pasien Covid-19 di Semarang yang Sembuh

Tiga pelaku yang dilumpuhkan tersebut, bernama Rafinda warga Jalan Dorang dan Ilham Bintang Susanto warga Plamongansari. Satunya belum diketahui namanya lantaran masih dalam kondisi tidak sadarkan diri. Ironisnya, satu pelaku dari tiga orang tersebut masih di bawah umur. “Ya, kalau dari pengakuan tersangka, ada sembilan orang. Lainnya masih kami buru, identitas sudah kami kantongi,” katanya. (mha/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya