alexametrics

Hendi Bangun Big Data Pertama di Jateng

Serius Tangani Kemiskinan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Angka kemiskinan di Kota Semarang dalam beberapa tahun terakhir telah berhasil ditekan, dari yang semula pada tahun 2011 sebesar 5,68 persen menjadi 4,14 persen di tahun 2018. Namun hal itu tidak lantas membuat Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi puas, sebab dia merasa masih banyak hal yang dapat dilakukan untuk lebih memaksimalkan upayanya.

Menurut Hendi, sapaan akrab wali kota, syaratnya dibutuhkan adanya penyajian data secara spesifik, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.

Untuk itulah Hendi menganggap penting untuk menginisiasi sebuah Big Data untuk penanganan kemiskinan, melalui progam Sistem Informasi Daya Terpadu Kesejahteraan Sosial (Sidaksos), yang menjadi pertama di Jawa Tengah. Peluncuran Sidaksos dilakukan di ruang Lokakrida Balai Kota Semarang Senin (7/10).

Baca juga:  Bank Jateng Canangkan BPD Unggulan Terdepan

Program Sidaksos dikembangkan oleh Dinas Sosial Kota Semarang, yang berfungsi memberikan data terkini tentang warga miskin, di mana salah satunya akan menjadi dasar pemberian bantuan dan penanganan fakir miskin di Kota Semarang.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi mengharapkan data yang tersaji dalam Sidaksos dapat segera digunakan untuk membagi tugas strategis kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemkot Semarang. “Dengan Sidaksos ini, Pemkot Semarang akan memiliki sebuah data besar, terutama untuk mencatat siapa saja warga Kota Semarang yang masuk kategori miskin. Sehingga tidak hanya sebatas bicara jumlah warga miskin 4,1 persen saja, tetapi siapa 4,1 persen ini, mulai usianya, masuk kelompok miskin yang seperti apa,” terang Hendi.

Baca juga:  Tekan Kemiskinan, DPRD Minta Program Tepat Sasaran

“Ini penting sekali, Sidaksos ini menjadi sebuah parameter bagi dinas terkait untuk melihat titik mana yang warganya rentan kemiskinan, wilayah yang kumuh di mana, sehingga infrastruktur masuk, UMKM bisa masuk,  sehingga lebih tepat sasaran. Kalau tidak ada data hanya mengandalkan asumsi,” tandasnya.

Dalam kesempatan launching Sidaksos tersebut, Hendi meminta para lurah dapat menerapkan kerja cepat, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Dan untuk memotivasi para lurah, Hendi menggandeng 2 media cetak besar di Kota Semarang, salah satunya Jawa Pos Radar Semarang.

 

Melalui dua media cetak besar di Kota Semarang tersebut, Pemerintah Kota Semarang akan dibantu melakukan penilaian kepada para lurah secara objektif melalui ajang Kampung Hebat dan Lurah Hebat. Nantinya bagi lurah yang terpilih akan secara khusus mendapatkan apresiasi dari pihak-pihak terkait.

Baca juga:  Efek Pandemi, Kemiskinan di Kabupaten Magelang Naik

“Jadi untuk para lurah juga ada dua kegiatan yang dapat dimanfaatkan, sehingga harapannya dapat menunjukkan kinerja terbaiknya,” ungkap Hendi.

Terakhir, Hendi juga mengingatkan para lurah dan camat untuk memperhatikan kondisi di wilayah jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih masa bakti 2019-2024. Dirinya menginginkan para lurah dapat konsisten menjaga kondusivitas wilayah masing-masing, dengan komunikasi pada aparat setempat, Polsek dan Dandim

“Kondusivitas harus diperhatikan. Jaga komunikasi dengan kapolsek dan danramil di wilayah masing-masing terutama dalam menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih,” tegasnya. (ewb/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya