alexametrics

Penyedia Jasa Pornografi Dituntut 1,5 Tahun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jawa Tengah menuntut hukuman 1 tahun 6 bulan penjara terhadap penyedia jasa pornografi melalui media elektronik, Fajar Tri Wibowo, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang Kamis (3/10) lalu.

Selain pidana penjara, jaksa juga menjatuhkan denda sebesar Rp 250 juta, subsidair 6 bulan penjara. Dalam pertimbangannya, JPU menyebutkan hal memberatkan karena perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat.

“Hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum, mengakui perbuatannya dan memiliki tanggungan keluarga. Dalam kasus itu, terdakwa menolak didampingi pengacara, karena terdakwa sudah mengakui perbuatannya dan mau hadapi kasusnya sendiri,” kata JPU Kejati Jateng, Nur Indah S, usai sidang.

Dalam kasus itu, terdakwa dijerat menggunakan klasifikasi perkara informasi dan transaksi elektronik. Perkaranya tercatat dalam nomor register: 597/Pid.Sus/2019/PN Smg. Modus terdakwa Fajar mengirim foto-foto cewek yang agak seksi melalui media whatshaap ke pelanggan yang memesan jasa pornografi.

Baca juga:  Pilwalkot Semarang Diikuti 1.174.068 Calon Pemilih

Harga harga yang ditawarkan ke pelanggan juga beragam, ada yang Rp 1,5 juta. Dalam kasus itu ada satu saksi berinisial DL, salah satu wanita yang fotonya di sebar. Sedangkan terdakwa tertangkap saat ketemuan di resto hotel Norman dengan salah satu pelanggannya.

“Pemesannya sudah memberikan Rp 1,5 juta, setelah itu DL (wanita dalam foto) datang ke konsumen, DL dapat bagian Rp 500 ribu. Entah kenapa dalam penangkapan itu uang diberikan cash, padahal biasanya ditransfer,” sebut jaksa Nur.

Saat selesai transaksi, DL dan pelanggannya sudah berada di kamar. Dalam kasus itu, disebutkan jaksa, ada 7 saksi dihadirkan, terdiri dari 3 saksi penangkap, saksi DL yang ditawarkan, saksi yang memesan cewek, dan pihak hotel.

Baca juga:  Awal Ramadan, 32 PGOT Diamankan Satpol

“Cewek yang ditawarkan usianya 20 sampai 25 (tahun), dari persidangan juga terungkap cewek cewek itu justru yang aktif menawarkan. Kalau pekerjaan utama terdakwa gojek, pengakuan terdakwa melakukan perbuatan jual via online dari 2017,” sebutnya. (jks/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya