alexametrics

Kasus Penyuapan, Shofian Segera Disidang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Berkas perkara mantan Plt Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DP2KAD) Kabupaten Kudus, Akhmad Shofian resmi dilimpahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Tipikor Semarang. Shofian diduga melakukan penyuapan terhadap Bupati Kudus nonaktif, Muhammad Tamzil.

Perkara tersebut tercatat dengan nomor 75/Pid.Sus-TPK/2019/PN Smg, dilimpahkan penuntut umum (PU) KPK, Haerudin pada 2 Oktober kemarin. Atas pelimpahan itu Ketua Pengadilan Negeri (PN)/PHI/Niaga/Tipikor Semarang, Sutaji, bakal menyidangkannya. “Betul, baru satu terdakwa yang berkasnya dilimpahkan,” kata Humas PN Semarang, Eko Budi Supriyanto, saat dihubungi wartawan, Kamis (3/10).

Ia menjelaskan, setelah pelimpahan berkas, selanjutnya menunjuk hakim yang menangani dan menentukan hari untuk sidang. “Selanjutnya penunjukkan hakim disertai penjadwalan hari sidang,” sebutnya.

Baca juga:  Pedagang Pasar Johar Mulai Pindahan, Pemkot Semarang akan Lakukan Evaluasi

Dalam kasus itu, KPK bakal menjerat Shofian dengan pidana Pasal 5 Ayat (1) huruf a UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Atau kedua, Pasal 13 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Sebelumnya, Tamzil ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menerima suap terkait pengisian jabatan di wilayahnya. Ada dua orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu staf khusus Bupati Kudus Agus Soeranto dan Akhmad Shofian.

Baca juga:  Lie King Nam, Rogoh Kocek Pribadi, Bangun Padepokan Kunfu di Semarang

Tamzil diduga menerima duit Rp 250 juta dari Shofian lewat Agus. Uang tersebut diduga untuk keperluan pembayaran utang pribadi Tamzil. Namun Tamzil sempat mengajukan praperadilan. Dengan dalih status tersangka yang disangkakan padanya dan penggeledahan yang dilakukan KPK tidak sah. Akan tetapi hakim tunggal PN Jakarta Selatan, Sudjarwanto, menolak permohonan praperadilan yang diajukan Tamzil dan hakim menegaskan status tersangka Tamzil sah. (jks/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya