alexametrics

Jateng Loloskan Tujuh Pedansa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Jateng berhasil meloloskan 7 atlet dansa guna bertarung pada cabang olahraga (Cabor) Dansa PON 2020 mendatang. Dalam Pra PON yang diadakan di Bali, mereka berhasil merebut tiga emas dan tiga perunggu dari 17 kelas yang dipertandingkan.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Jateng, Evie Liana Dewi mengaku puas dengan pencapaian tersebut. Pasalnya dari delapan kuota yang disediakan, pihaknya hanya mengirim tujuh atlet dan semuanya lolos ke PON XX.

Dirinya menuturkan medali emas diraih oleh dua bersaudara yakni Frans Satya Wijaya yang turun dalam kelas FFA Latin dan Nadia Lutvina Wijaya dari kelas FFA Cha Cha. Sedangkan emas lainnya direbut oleh Pranata Dwiki Kusumajati dari kelas Breaking.

Baca juga:  Gerai Transmart Majapahit Pecah Keramaian

“Memang yang menjadi andalan Jateng dari kelas FFA Latin dan FFA Cha-Cha. Kebetulan dua atlet tersebut mendapat perak pada pelaksanaan PON Jabar sebelumnya. Jadi proyeksinya untuk tahun depan harus emas,” ujarnya ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang, kemarin (29/9).

Selain itu, untuk medali perunggu diraih oleh pasangan kakak beradik yang turun dalam kelas Synchronice Standard Waltz Quickstep atas nama Livia Nadia Kreswanto dan Felicia Karlina Kreswanto serta pasangan kelas Traditional dance atas nama Denta Septdwiansyah dan Nurul Amalina.

Guna meraih target 3 emas pada PON mendatang, pihaknya mengaku telah melakukan training center sejak awal tahun 2019. Rencananya saat ini  pihaknya akan mengintensifkan latihan dan mental bertanding atlet dengan mengajak try out ke luar negeri seperti ke Bangkok Thailand, Penang Malaysia dan Singapura.

Baca juga:  Tinjau Ujian Tatap Muka, Wali Kota Hendi Wanti-Wanti Soal Prokes

Dirinya berharap dengan semakin banyak jam terbang, semakin mengasah atlet Jateng untuk dapat bersaing dengan musuh terberat seperti Papua, Jawa Timur dan Bali.

“Kami saat ini sedang meminta KONI mengabulkan permintaan pelatih asing. Sebab faktor pelatih sangat menentukan kualitas dansa atlet. Musuh kita kebanyakan sudah dilatih asing. Semoga cepat terealisasi. Harapannya dapat tampil maksimal dalam PON dan meraih medali sebanyak-banyaknya,” lanjutnya.

Sementara itu atlet andalan, Nadia Lutvina Wijaya menuturkan akan memberikan yang terbaik guna membalas raihan perak tahun lalu. Dirinya berharap PON Papua dapat menjadi penutup yang manis bagi dirinya bertanding dalam ajang empat tahunan tersebut dengan meraih medali emas. Meskipun berambisi, namun dirinya tetap santai agar tidak menjadi beban dan menggangu saat pertandingan berlangsung.

Baca juga:  Judi Sabung Ayam di Pasar Banjardowo Marak Lagi

“Sebagai atlet yang paling senior, tentu saya ingin menutup karir dengan rauhan emas di PON nanti. Namun saya santai saja. Yang penting fokus dan latihan terus saja. Doakan saya bisa meraih emas dan membawa nama harum Jateng di Papua nanti,” pungkasnya. (akm/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya