alexametrics

Hentikan Konsumsi Daging Anjing

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Peredaran olahan daging Hewan Pembawa Rabies (HPR), anjing, di Jateng masih cukup tinggi. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengajak masyarakat untuk berhenti mengonsumsi hewan ini.

Dikatakan, peredaran paling banyak ada di Solo Raya. Berdasar data Dog Meet Free Indonesia (DMFI) ada lebih dari seratus warung olahan daging anjing di daerah ini. Kebanyakan dipasok dari Jawa Barat.

“Sebenarnya kita minta kepala daerah, tokoh agama dan tokoh masyarakat, ayo kita dorong ajari masyarakat agar mengonsumsi hewan yang layak dikonsumsi,” ujarnya dalam acara World Rabies Day 2019 di Taman Indonesia Kaya, Minggu (29/9).

Gubernur mengajak bupati/wali kota se-Jateng untuk mengeluarkan peraturan mengenai hal ini. Mengacu pada undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan yang di dalamnya menyebutkan bahwa anjing tidak termasuk dalam makanan konsumsi.

Baca juga:  Tancap Gas Tutup Kekurangan Rp 70 M

”Hentikan konsumsi daging anjing. Untuk kesehatan manusia. Anjing untuk piaraan saja,” tegasnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Lalu M Syafriadi menambahkan, ada ratusan ribu ekor Hewan Pembawa Rabies (HPR) di Jateng. Ia merincikan, anjing ada 74.801 ekor, kucing sebanyak 275.086 ekor, dan kera sebanyak 2.525. ”Pemerintah sudah menyediakan vaksin rabies, namun jumlahnya masih terbatas,” ujarnya.

Ia pun meminta kepada masyarakat untuk rutin memberikan vaksin kepada hewan peliharaan mereka. (sga/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya