alexametrics

Tujuh Orang Tarik Gerbong 36,5 Ton

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Ada yang unik di Depo Kereta Api Poncol Semarang. Jika biasanya para karyawan bekerja dengan serius. Jumat (27/9) kemarin, karyawan di bengkel perbaikan kereta api (KA) milik PT KAI Daop 4 Semarang ini diiringi tawa riang. Ya, puluhan karyawan ini mengikuti lomba tarik gerbong untuk memperingati HUT ke-74 PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

Pantauan koran ini, ada dua jalur KA yang di atasnya sudah ada dua gerbong. Gerbong tersebut, telah dilengkapi dengan tambang lengkap dengan ganjal gerbong. Para karyawan dibagi dalam beberapa tim. Satu timnya tujuh karyawan yang terdiri atas jajaran manajemen, divisi mekanik serta elektrik untuk menarik gerbong sejauh tujuh meter. Tentu bukan perkara mudah, karena setiap tim harus menarik beban seberat 36,5 ton. Ada dua petugas khusus untuk menyiapkan ganjal agar gerbong tidak ngglondor dan satu orang untuk siaga di tuas rem manual yang ada di ujung gerbong.

Baca juga:  Hari Ini Puncak Arus Mudik Penumpang Kereta Api di Semarang

“Kita coba menggali hal-hal unik, yakni menarik gerbong agar teman-teman di Depo ini bisa semangat,” kata Unit Sarana PT  KAI Daop 4 Semarang, Edward Butar-Butar kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menerangkan, jika setiap tim diisi oleh seluruh bagian yang ada di Daop 4 Semarang. Mulai dari senior manager hingga pekerja biasa. Sementara karyawan lain yang tidak ikut, diwajibkan memberikan support berupa nyanyian dan musik klotekan dengan alat sederhana. “Ya, biar guyub aja, antarmanajemen dan karyawan. Lagian lomba ini juga unik, karena baru dilakukan kali pertama di Daop 4 Semarang,” ucapnya.

Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop 4 Semarang Mohamad Nurul Huda Dwi Santoso mengatakan, pihaknya menggelar eksebisi bagi seluruh manajemen, sekaligus menggali hal-hal yang unik. Salah satunya lomba tarik kereta. Dia berharap, kegiatan lomba tarik kereta ini sekaligus untuk menyemangati teman-teman di Depo Kereta Poncol.  “Kegiatan tersebut merupakan bentuk sesuatu yang unik dan untuk menyemangati teman-teman yang bekerja di depo tersebut,”tandasnya.

Baca juga:  KAI Bagikan 200 Masker untuk Pengguna KA

Robby Hermawan, salah satu peserta tarik gerbong mengaku senang bisa ikut serta dan menjadi pengalaman tersendiri yang tidak pernah terlupakan. Ditanya koran ini apakah ada persiapan khusus? Robby mengaku hampir tidak ada, karena semua dikerjakan secara bersamaan. “Persiapan khusus nggak ada, hanya sarapan seperti biasa sebelum kerja,” ucapnya sambil tersenyum.

Untuk kesulitan ataupun tantangan, ia mengaku  tentangan terberat dalam lomba tersebut karena lokomotif kereta yang sangat berat jika ditarik. Biasanya para perkerja Depo lebih sering mendorong gerbong ketika selesai diperbaiki. “Susahnya adalah beratnya di awal, kalau sudah jalan jadi lebih ringan. Ini pertama kali narik kereta selama saya bekerja 20 tahun di KAI ini. Kalau biasanya kita mendorong. Lebih ringan dorong daripada narik, ya ini jadi pengalaman pertama saya narik kereta,” katanya.

Baca juga:  Sanksi Tak Pakai Masker mulai Diterapkan

Mansyar, karyawan lainnya mengaku sempat mengonsumsi kacang hijau sebelum mengikuti lomba. Tujuannya, agar punya tenaga ekstra untuk menarik gerbong KA yang beratnya hampir 40 ton ini. “Tadi cuman makan kacang hijau, biar punya tenaga dan bisa menarik gerbong. Alhamdulillah bisa menang,” ujarnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya