alexametrics

Lima Penyimpanan Peledak segera Didisposal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Polda Jateng sedang melakukan pengajuan untuk proses disposal bahan peledak yang sekarang masih ada di lima tempat di Jateng. Sedangkan disposal bahan peledak di Mako Sat Brimob Polda Jateng Srondol pasca terjadi ledakan, telah selesai semuanya.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengungkapkan bahwa di Polda Jawa Tengah terdapat enam tempat penyimpanan bahan peledak. Pihaknya menyebutkan, tiga tempat berada di Polres, dan tiga lainnya di Batalion Sat Brimob Polda Jateng. Hanya saja, Rycko enggan membeberkan lokasi tempat penyimpanan yang dimaksud.

“Masih ada 2 batalyon lagi dan 3 polres, jadi 5 tempat lagi yang belum selesai. Ini sedang diajukan anggarannya, tapi sudah dilakukan supervisi oleh Korps Brimob untuk penyimpannya,” ungkapnya di Mapolda Jateng kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Baca juga:  Polda Jateng All Out Amankan Ramadan dan Mudik

Lanjut Rycko mengatakan, bahan peledak yang tersimpan di lima tempat tersebut juga akan dimusnahkan atau didisposal. Menurutnya, proses disposal diperlukan tempat yang tepat serta membutuhkan waktu.

“Untuk proses disposal ini memang memerlukan waktu. Pertama adalah pengadaan bahan peledak, karena tidak menyimpan stok bahan peledak. Itu kan barang berbahaya dan meledakan itu menggunakan bahan peledak,” bebernya.

“Bahan peledaknya juga harus senilai kemampuannya, jadi jangan sampai saat diledakkan tidak meledak malah mental ke rumah penduduk. Kan celaka. Jadi harus sukses. Itu ada penilaian seperti itu oleh tim ahli-ahli Jibom,” katanya.

Salah satu tempat penyimpanan bahan peledak hasil temuan masyarakat tersebut diketahui di Mako Sat Brimob Srondol Kecamatan Banyumanik dan terjadi insiden meledak Sabtu (14/9) pagi. Rycko menyebutkan, semua bahan peledak yang tersimpan di tempat tersebut berjumlah sebanyak 40 bom. “Sisa-sisa kemarin di Srondol ada 40, yang meledak 24 dan sisanya sudah kami ledakan semua,” katanya.

Baca juga:  HUT Dewi Welas Asih, Doakan Bangsa Terbebas dari Korona

Disposal yang dilakukan berada di tempat aman, serta jauh dari permukiman penduduk. Rycko mengakui, disposal sisa peledak di Sat Brimob Srondol dilakukan di salah satu di wilayah Ungaran Kabupaten Semarang. Terkait penyebab terjadinya ledakan tersebut, Rycko mengatakan masih menunggu hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Perkembangan di Mako Brimob ini saya masih belum mendapat laporan dari kepala laboratorium forensik sebagai manager olah TKP. Kalau sudah ada hasilnya, pasti dilaporkan ke saya,” pungkasnya. (mha/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya