alexametrics

Dosen Unnes Latih Guru SMK Kimia Industri Semarang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Pemerintah gencar mempromosikan pendidikan menengah vokasi, sebagai ujung tombak peningkatan soft skill dan hard skill. Keahlian kimia industri menjadi hal yang taktis dimiliki anak bangsa.

Lulusan SMK Kimia Industri diharapkan dapat meningkatkan daya saing bangsa, dengan keterampilan yang memadai dan sesuai harapan pengguna/user. Namun, seiring hal itu, muncul keluhan user, tentang penguasaan siswa dalam menganalisis kadar logam pada limbah industri, khususnya terkait pengoperasian dan penjalanan prosedur validasi Atomic Absorption Spectroscopy (AAS).

Berangkat dari hal inilah, Tim Pengabdi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes) belum lama ini menggelar Workshop Media Pembelajaran Inovatif dan Pelatihan Instrumen AAS untuk guru Teknik Kimia Industri di Kota Semarang. Workshop yang dilaksanakan di Laboratorium Kimia Instrumentasi, Gedung D8 Lantai 3 FMIPA Unnes ini, dibarengi praktik langsung.

Baca juga:  Tiga Mahasiswa Unnes Sumbang Medali SEA Games

“Saat ini, guru diharuskan kreatif dan inovatif secara blended learning menggunakan media pembelajaran yang serba online. Siswa tidak hanya duduk manis mendengarkan guru menyampaikan materi, tetapi juga aktif dalam memberikan gagasannya secara online,” kata Ketua Tim Pendampingan, Harjono, S.Pd M.Si.

Dalam workshop yang diikuti enam guru kimia dari dua SMK yang memiliki bidang keahlian kimia industri, yakni SMK Yayasan Pharmasi dan SMK Theresiana Semarang, para peserta mengaku sangat terbantu dengan program pendampingan tersebut.

“Workshop ini membuka wawasan kami sebagai guru kimia SMK Kimia Industri. Terutama dalam hal update teknologi terbaru dalam membelajarkan materi operasionalisasi AAS di era revolusi industri 4.0,” tutur Suciati S.Pd, salah satu peserta pelatihan.

Baca juga:  Manfaatkan Toga Jadi Makanan

Hal senada dilontarkan Fanny Firman Syah, peserta lainnya. Ia mengaku mendapatkan nilai lebih dari program yang diselenggarakan FMIPA Unnes tersebut. “Berkat kegiatan ini, kami telah mampu melakukan validasi dan verifikasi prosedur analisis logam menggunakan instrumen AAS. Dengan begitu, kompetensi profesional kami meningkat. Ke depan kami berharap kerja sama ini berlanjut,” tutur Fanny. (sls/bis/ida)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya