alexametrics

Kesadaran Belum Pulih, Kompol Aditya Jalani Terapi

Polisi Korban Pengeroyokan Pascaperawatan di Singapura

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Kompol Aditya Mulya Ramdani, anggota Polda Jateng yang menjalani perawatan di Rumah Sakit General Hospital Singapura selama tiga bulan telah dibawa pulang ke Semarang. Namun kondisi kesehatan mantan Kasat Reskrim Polres Wonogiri ini masih lemah dan kesadarannya belum normal. Ia masih harus dilakukan terapi dan pengawasan intensif tim medis RS Bhayangkara Polda Jateng.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel usai menghadiri acara Tasyakuran HUT ke-64 Lalu Lintas Bhayangkara di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, Semarang, Rabu (25/9).

“Masih terus dilakukan terapi di bawah tanggung jawab dan pengawasan RS Bhayangkara Semarang. Di rumahnya juga disiapkan peralatan, termasuk suster yang mengawasi 24 jam setiap hari,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (25/9).

Baca juga:  Polri Dituntut Kreatif Bangun Komunikasi ke Masyarakat

Kompol Aditya sempat dirawat intensif di Rumah Sakit General Hospital Singapura. Ia tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Selasa (17/9) lalu. Namun kondisinya masih terbaring lemah. Kompol Aditya masih belum siuman. Kedatangannya disambut langsung Kapolda Jateng bersama istri, Ny Ningrum Rycko Amelza Dahniel, dan anggotanya.

“Mantan Kasat Reskrim Wonogiri Kompol Aditya sudah kembali ke Semarang. Alhamdulillah sudah banyak kemajuan, tingkat kesadaran juga sudah naik. Sudah mulai ada respon dari kaki,” katanya.

Meski tingkat kesadaran sudah membaik, Rycko mengaku jika Aditya hingga kini belum bisa diajak berkomunikasi. Akan tetapi, pihaknya akan terus memberikan perawatan agar pria yang digadang-gadang menjadi Kapolsek Semarang Tengah itu bisa segera pulih.

Baca juga:  Sebanyak 1.430 Ton Kedelai Impor Ditemukan Serangga

“Dari hari ke hari kita terus berikan terapi yang baik, fisioterapi untuk memulihkan kesadaran. Kaki dua-duanya sudah bisa respon, berkomunikasi masih kita ingkatkan kesadarannya supaya bisa berkomunikasi,” jelasnya.

Aditya menjadi korban pengeroyokan massa perguruan silat yang tengah melakukan konvoi di Sidoarjo, Wonogiri pada Mei lalu. Ia mengalami luka di bagian kepala hingga tak sadarkan diri atau mengalami koma.

Aditya sempat dirawat di RS dr Oen Solo Baru. Namun, kondisinya tak kunjung membaik. Ia tak kunjung sadarkan diri, hingga akhirnya dirujuk ke RS General Hospital Singapura.

Dalam kasus ini, lanjut Rycko, pihaknya telah menangkap 23 orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan terhadap Aditya. “Penanganan kasus ini, sudah 23 orang ditangkap. Sebanyak 11 orang di antaranya anak-anak dan 12 orang dewasa.  Mungkin sekarang penanganannya sudah tahap kedua. Jadi, kurang lebih pelakunya sudah tuntas semua,” katanya.

Baca juga:  Kapolda dan Pangdam Tanam 10.000 Pohon di Pantai Jepara

Pascakejadian tersebut, Aditya berpindah tugas menjadi anggota Polrestabes Semarang menjabat sebagai Kapolsek Semarang Tengah. Namun akibat dari kejadian tersebut, Aditya tidak bisa menjalankan tugasnya dan harus dirawat ke rumah sakit di Singapura. Sekarang ini, Aditya juga telah diangkat sebagai Kaurinti Subbidtekinfo Polda Jateng. Sedangkan Kapolsek Tengah sekarang dijabat oleh Kapolsek Tugu AKP Didi Dewantoro.

Ya, kemarin TR-nya sudah turun. Ada beberapa kapolsek yang dirotasi jabatannya,” imbuh Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmadja. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya