alexametrics

Akhir 2019, Pasar Johar Selesai

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Progres renovasi Pasar Johar sejauh ini sudah lebih 3 persen dari waktu yang ditargetkan. Hal itu ditegaskan oleh Plt Kepala Dinas Penataan dan Ruang (Distaru) Kota Semarang, Irwansyah. “Ini malah sudah lebih 3 persen dari target kita,” ujar Irwansyah.

Beberapa hal yang baru saja selesai yaitu pemasangan instalasi listrik, dan tinggal perbaikan beberapa titik saluran air untuk pembuangan.

“Fisik pada dasarnya sudah selesai. Memang ini sangat cepat jika dari perkiraan kami,” tuturnya.

Dikatakannya, renovasi Pasar Johar dalam hal ini memang tidak hanya dikerjakan oleh Pemkot Semarang saja. Namun juga oleh Kementerian PUPR. Kementerian PUPR mengerjakan bagian tengah dan utara pasar. Adapun nilai kontrak pekerjaannya Rp 146,09 miliar dengan kontraktor PT Nindya Karya. Pekerjaan yang dilakukan di antaranya rehabilitasi bangunan, pekerjaan rangka atap lengkung, dan mekanikal elektrikal. Juga pemasangan paving, pemasangan tegel los penjual daging, pengecatan rangka meja lapak dan pembuatan bak kontrol drainase. Sementara itu, revitalisasi bangunan depan pasar dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang.

Renovasi bangunan cagar budaya disesuaikan dengan keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal, mulai dari perencanaan hingga pembangunan. Selain itu, renovasi mengutamakan prinsip pelestarian bangunan cagar budaya.

Adapun pengerjaan fisik Pasar Johar dimulai pada 2017 dengan anggaran yang berasal dari pemerintah pusat maupun daerah. “Pekerjaan fisik kan baru mulai 2017. Pada 2015, terbakar, 2016 persiapan DED (detail engineering design), dan 2017 baru main sampai sekarang,” katanya.

Baca juga:  Dicabut dan Diinjak-Injak Pendemo, Taman di Jalan Pahlawan Rusak Parah

Renovasi pasar disesuaikan dengan keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal, mulai dari perencanaan hingga pembangunan. Selain itu, renovasi juga mengutamakan prinsip pelestarian bangunan cagar budaya.

“Pasar Johar nantinya juga dapat menjadi objek wisata Kota Semarang, apalagi lokasinya berdekatan dengan Kawasan Kota Lama yang saat ini ditata oleh Kementerian PUPR,” ujarnya.

Renovasi Pasar Johar juga termasuk dengan penataan kawasan dan pengembalian alun-alun yang dulu menjadi ikon Kota Semarang, persis bersebelahan dengan pasar. “Pedagang ditarget masuk pada awal 2020. Mudah-mudahan lancar,” katanya.

Inspektur Arsitektur Manajemen Konstruksi Widha Sarana Budi Sriwati Purno ketika ditemui di lokasi menerangkan, revitalisasi Pasar Johar sudah tahap akhir. Menunggu pemasangan listrik dari PLN. Ada sekitar 2.200 kios yang disediakan untuk Pasar Johar.

“Pengerjaan sudah 96 persen, kami sedang menunggu PLN untuk pemasangan listrik. Untuk bangunan fisik kita sudah di tahap akhir. Ada dua bangunan yang kami kerjakan, 8 Desember 2019 nanti selesai masa kerja kontrak, tetapi belum serah terima, kami tunggu dari Kementerian PUPR dahulu,”ceritanya sambil menunjukkan bangunan depan Pasar Johar yang akan dijadikan mini museum yang diminta oleh tim cagar budaya.

Baca juga:  Bantu Ramaikan Johar, Pengurus Kadin Borong Jualan Pedagang

Sriwati juga mengatakan, sebelum Desember sudah dipastikan selesai. Revitalisasi bangunan cagar budaya, dikatakan, tidak mudah. Standar yang ditetapkan oleh pihak cagar budaya sangat bertentang dengan standar milik arsitek. Sehingga pembangunan sendiri membutuhkan waktu hingga 1,5 tahun sejak pertengahan 2017 lalu. Menurutnya, perlakuan bangunan cagar budaya harus melibatkan pihak yang paham bangunan heritage. Hingga saat ini belum terlihat tempat parkir yang sengaja dibangun di area Pasar Johar tersebut.

“Revitalisasi ini sangat sulit, tidak semudah membangun bangunan baru. Seperti contoh kami memilih cat bangunan. Kita tahu bangunan cagar budaya seperti Pasar Johar ini sangat lembab. Kami mendatangkan langsung cat dari Jerman untuk mengatasi hal seperti ini. Itu baru cat, belum fondasi, keramik lantai hingga saluran. Kami berusaha membangun semirip mungkin dengan bangunan aslinya,”lanjutnya.

Pemantauan pun dikatakan langsung dari tim Kementerian PUPR. Dikatakannya, bangunan Pasar Johar sendiri sudah menjadi sorotan nasional. Koran ini pun menelusuri bangunan yang usianya sudah 83 tahun, terlihat kios berukuran mulai 1×1 meter, 2×1 meter hingga 2×2 meter yang siap dihuni. Tidak banyak yang berubah, semua masih sama seperti Pasar Johar lama. Kementerian lewat manajemen konstruksi (MK) menetapkan pemakaian lahan hingga pemakaian listrik. Hal tersebut ditegaskan pihak MK agar kebakaran yang sempat menghanguskan bangunan ini tidak terulang kembali.

Baca juga:  Pedagang mulai Pindah ke Johar Selatan

“Kami berupaya melakukan siasat untuk penanggulangan kebakaran. Terutama pada listrik, sekarang kami gunakan 1.300 watt untuk enam kios. Ketika penggunaan berlebih akan mati sendiri. Dan untuk pilar penyangga pun kami gunakan bahan yang kuat akan api,”ceritanya dengan menunjukkan saklar penghubung listrik di masing-masing blok kios.

Pihaknya pun memastikan setelah penyerahan dari pihak Kementerian PUPR ke pemerintah daerah hingga setahun ke depan akan terus dipantau. Pembuatan modul untuk pegangan Dinas Perdagangan pun juga selesai dibuat oleh MK untuk menjaga bangunan tersebut.

“Kami akan terus pantau hingga tahun 2020 setelah penyerahaan ke Pemerintah Kota Semarang. Sangat disayangkan jika setelah berhasil dibangun, pihak pedagang tidak merawatnya, kami sertakan modul untuk pemeliharaan. Melihat potensi bangunan cagar budaya Pasar Johar akan menjadi icon Kota Semarang,”tambahnya.

Salah satu pedagang barang pecah belah di depan Pasar Johar, Rohayati Tuti, mengaku menantikan Pasar Johar dibuka. Ia mengaku terus memantau pembangunan hingga informasi yang terdengar dari Dinas Perdagangan. “Kabarnya tahun 2021 siap dihuni, tapi tidak tahu betul atau tidak? Cara mendapatkan kios juga belum pasti,”ungkap Rohayati Tuti. (ewb/ria/mg5/mg6aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya