alexametrics

Kadarlusman: Rumah Rakyat Tak Boleh Kosong

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Usai dilantik, empat pimpinan definitif DPRD Kota Semarang segera membangun sinergi dengan eksekutif. Hal itu dikatakan oleh Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman usai pelantikan, Selasa (24/9).

Dikatakan Pilus –sapaan akrabnya, untuk pembenahan di internal legislatif, pihaknya mengungkapkan akan memperbaiki hal-hal yang dirasa masih kurang dan mempertahankan apa saja yang dinilai sudah baik.

“Bersinergi dengan pemerintah, bukan berarti tidak boleh mengkritik, melainkan apa yang sudah menjadi program untuk kepentingan masyarakat akan kita sinergikan, sehingga fungsi kontrol tetap jalan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Satu hal yang menjadi catatannya selama ini adalah soal kunjungan kerja. Di mana kunjungan kerap dilakukan secara bersamaan (bedhol deso). Sehingga, di kepemimpinannya nanti, hal itu tidak boleh dilakukan.

Baca juga:  Besok, Dewan Terpilih Dilantik

“Misalnya, tadi seperti kunjungan, rumah rakyat ini tidak boleh kosong, jangan sampai ke empat pimpinan pergi kunjungan dan kantor kosong. Hal seperti itu harus dihindari,” katanya.

Kemudian khusus untuk agenda legislatif selanjutnya, akan segera digelar rapat paripurna untuk pembentukan Tata Tertib DPRD. “Rabu (25/9) digelar rapat paripurna pembentukan tatib,” ujarnya.

Baru setelah itu pembentukan pembentukan Pokja dan kemudian Alat Kelengkapan Dewan (AKD). “Setelah itu semua selesai kita langsung bahas APBD Murni 2020,” imbuhnya.

Menurut Pilus, hal itu perlu segera dilakukan. Tentunya prioritas tersebut sebagai upaya dukungan program-program Pemkot Semarang ke depan. Seperti diketahui, politisi PDI Perjuangan tersebut resmi menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Semarang untuk periode 2019 sampai 2024.

Baca juga:  Sebelas Perusahaan Relokasi China Siap Meluncur ke Jateng

Pilus akan memimpin dewan bersama tiga pimpinan lain, yaitu Wakil Ketua Mualim dari Partai Gerindra, Muhammad Afif dari PKS, dan Wahyu Winarto dari Partai Demokrat. Prosesi pelantikan digalar melalui rapat paripurna DPRD Kota Semarang, dengan pengambilan sumpah janji dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Semarang, Sutaji.

Hadir dalam pelantikan tersebut, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu, Kepala SKPD, dan perwakilan Organisasi Masyarakat (Ormas).

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ditemui usai pelantikan mengaku optimistis dengan formasi pimpinan dewan saat ini. “Saya sudah kenal dekat semua dengan baik, sehingga komunikasi juga akan lebih mudah,” ujar Hendi, sapaan akrabnya. Melalui hubungan dan komunikasi yang baik tersebut juga diharapkan mampu membangun sinergitas antara eksekutif dan legislatif.

Baca juga:  Usai Ditetapkan, Langsung Plong!

“Pelantikan ini penting, karena setelah ini Kota Semarang bisa lari kencang lagi,” katanya.

Ia juga berharap supaya tahapan pembentukan AKD segera terlaksanakan. Sehingga beberapa program Pemkot Semarang segera terlaksana. Seperti halnya penutupan lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu. “Kalau pembahasan cepat, setelah November jadi, kan kita juga bisa nyicil-nyicil lelang. Sehingga proyek strategis Kota Semarang juga bisa dikebut,” tuturnya.

Dikatakan Hendi, setiap tahun Pemkot Semarang memiliki ribuan paket program kegiatan. Sehingga apabila pembentukan AKD cepat terselesaikan, maka program-program yang sudah direncanakan bisa segera terealisasi. “Kita di Pemkot Semarang rata-rata punya 3.800 paket program kegiatan. Baik itu skala menengah, besar maupun kecil,” katanya. (ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya