alexametrics

Arahkan Koperasi 100 Persen Digital

Beberapa Masih Sulit Terbuka

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Dinas Koperasi dan UMKM Jateng menargetkan semua koperasi provinsi bisa menjalankan aktivitasnya dengan memanfaatkan teknologi. Saat ini, sudah disiapkan 20 koperasi menuju layanan digital. Koperasi-koperasi tersebut juga telah dilakukan pendampingan.

”Nanti kalau 20 koperasi itu sudah jalan, akan kita launching. Sehingga koperasi-koperasi yang lain dapat mengikuti,” ujar Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Emma Rachmawati di kantor Gubernur, Senin (23/9) kemarin.

Saat ini, khusus yang Provinsi Jateng, ada sebanyak 640 koperasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak ada 590-an koperasi masih aktif melaporkan kegiatannya. ”Nantinya, untuk semua ini kami minta 100 persen digital,” ujarnya.

Pelayanan digital memang sudah menjadi kewajiban untuk dilakukan koperasi. Bukan kewajiban dalam Undang-Undang (UU). Melainkan karena tuntutan perkembangan zaman. Jika tetap mempertahankan cara lama, sudah pasti keberadaan koperasi akan tergilas. ”Karena bisnis keuangan semua sudah menggunakan digital,” tegasnya.

Baca juga:  Disperindagkop Buka Lelang Pengelolaan Teras Pandawa Lagi

Sebenarnya banyak kemudahan yang akan didapatkan koperasi ketika sudah menjalankan aktivitasnya dengan digital. Di antaranya, pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara real time. Dengan demikian, semua anggota juga dapat memantau laporan setiap saat. ”Lebih akuntabel. Keluar masuk uang, semua anggota bisa melihat,” tandasnya.

Tantangannya, memang masih ada beberapa koperasi yang keberatan. Biasanya yang dikelola secara turun temurun oleh keluarga. Biasanya, dijelaskan Emma, mereka memang sulit terbuka. ”Padahal ketika menggunakan digital kan semua harus terbuka, pembukuan juga lewat digital. Kalau memang mereka tidak mau terbuka, berarti selama ini tidak terbuka juga dengan anggotanya,” ujarnya.

Menuju pelayanan koperasi digital ini sebenarnya membutuhkan kemauan dari para pengelola. Sementara untuk nasabah koperasi, dikatakan Emma, tidak begitu banyak kendala. ”Karena nanti tinggal diajari pengelola koperasi,” ujarnya. (sga/mg8/ida)

Baca juga:  Hendi Buka Partisipasi Warga untuk Penghijauan Semarang

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya