alexametrics

Periksa Saksi Ahli Kasus Kopi Sianida

Kasus Pemerkosaan Oknum Notaris

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Ahli kriminologi, Prof Dr Tb Ronny Rahman Nitibaskara yang populer ketika dihadirkan sebagai ahli dalam perkara racun kopi sianida Jessica Kumala Wongso, dihadirkan dalam kasus pemerkosaan yang menjerat oknum notaris asal Denpasar Bali, I Nyoman Adi Rimbawan, 45. Prof Ronny dihadirkan sebagai ahli oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng dalam sidang pemeriksaan ahli di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (18/9) kemarin.

Persidangan tersebut dihadiri sejumlah calon hakim, yang kompak mengenakan kemeja putih celana hitam. Di kubu terdakwa I Nyoman hanya didampingi dua pengacaranya, satu timnya Khairul Anwar tak terlihat. Dari balik kaca, Nyoman terlihat duduk di pojok tepat sebelah pengacaranya, tanpa memperlihatkan kesedihan.

Baca juga:  Biadab! Pria di Demak Tega Perkosa dan Bunuh Adik Iparnya

Adapun pemeriksaan Prof Ronny berlangsung dari pukul 11.48 hingga 13.21. Usai diperiksa, langsung menuju mobil didampingi asisten dan satu jaksa Kejati Jateng, Slamet. Sidang dilanjutkan memeriksa dua ahli lainnya dari dokter RSUP Dr Kariadi dan Dokter Polda Jateng yang berakhir pukul 14.16. “Yang diperiksa 3 orang, semua ahli. Pertama Prof Ronny Nitibaskara ahli kriminologi, kemudian ahli kejiwaan dr Endang dari Polda Jateng dan ahli dr Bianti dari RSUP Dr Kariadi yang melakukan pemeriksaan fisik,” kata JPU Kejati Jateng, Slamet dan Martha Parulina Berliana, secara terpisah.

Terkait keterangannya di persidangan, Prof Ronny melalui asistennya hanya menegaskan karena tidak memeriksa secara langsung i Nyoman, tidak bisa menyimpulkan. Namun dari pemeriksaan terhadap korban, guru besar Universitas Indonesia (UI) itu yakin korban tidak berbohong atas kasus pemerkosaan yang menimpanya. Dengan demikian, karena tidak berbohong, ia mempertanyakan dalam kasus tersebut siapa yang berbohong.

Baca juga:  Kendaraan Berat Dilarang Melintas Kota Lama, Ini Penyebabnya

Usai sidang, I Nyoman Adi Rimbawan bersedia memberikan komentar kepada awak media. Ia menyatakan akan mengambil upaya hukum yang tidak sesuai dengan kenyataan. Terkait ahli menurutnya hanya mendengar cerita bukan fakta. Kemudian salah satu kuasa hukum terdakwa, Mochtar Hadi Wibowo, menambahkan para saksi ahli yang dihadirkan jaksa justru menambah keyakinan bahwa perbuatan terdakwa tidak pernah ada. “Semua fitnah. Nanti kami akan mengambil langkah-langkah lain yang dianggap perlu,” kilah Nyoman kepada wartawan sembari digelandang ke ruang tahanan pengadilan. (jks/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya