alexametrics

Rumah Tangga juga Jadi Sasaran

Penggunaan Energi Surya

Artikel Lain

 

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berkomitmen mengembangkan energi baru terbarukan dengan memanfaatkan energi surya. Pemerintah mendorong sejumlah SKPD untuk menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atap (PLTS atap) di masing-masing gedung kantor.

Saat ini pemanfaatan PLTS atap sudah dilakukan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, gedung kantor Bappeda dan DPRD Jawa Tengah. Tahun depan, akan menyusul sebanyak 17 SKPD yang juga akan memasang.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan bahwa sejak dipasang tahun 2017, Dinas ESDM Jawa Tengah mampu melakukan penghematan konsumsi harian listrik sebanyak 30 persen.

”Ini kami sudah ada bukti empirisnya seperti ini. Kalau tidak kami tularkan ke yang lain kan sayang. Pak Gubernur juga sudah membuat surat edaran (SE) untuk memanfaatkan solar rooftop di bangunan pemerintah, publik, komersial dan industri,” ujarnya dalam seminar Jawa Tengah Solar Revolution 2019 di kantor Dinas ESDM Jawa Tengah, Selasa (17/9).

Baca juga:  Penganiaya Sadis Dibekuk, Dua Buron

Direktur Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan bahwa potensi energi surya di Jawa Tengah cukup besar yakni 4,05-5 kWh/kWp per hari. Ini di atas rata-rata Indonesia sebesar 3,75 kWh/kWp. Beberapa negara dengan potensi energi surya separo Indonesia, ia katakan, bisa memanfaatkannya dengan menghasilkan listrik hingga puluhan giga watt.

”Di Jerman bisa. Kenapa potensi di Indonesia yang lebih besar kok tidak dimanfaatkan? Energi Surya sudah jadi tren dunia. Harga teknologinya sudah turun. Sudah murah. Dan akan murah lagi beberapa waktu ke depan,” ujarnya.

Dalam hal ini, pihaknya telah melakukan survei di Jawa Tengah terkait potensi penggunaan solar rooftop. Dari 21 kantor provinsi dan dinas di Jawa Tengah serta Pemkot Semarang, terdapat potensi sebesar 2.444 kWp. Sementara jika 33 kantor bupati/walikota di Jawa Tengah dimanfaatkan, ada potensi sebesar 4.345 kWp. ”Seluruh bangunan rumah. Data rumah berdasar map 2014. Potensi teknis dari 9.066.300 rumah potensinya mencapai 110 gigawatt,” ujarnya menjelaskan.

Baca juga:  Jelang Libur Nataru, Stasiun Tawang Dipadati Penumpang

Tidak hanya di gedung pemerintahan, Dinas ESDM Jateng juga berencana mengajak sektor rumah tangga untuk menggunakan tenaga surya. Terkait hal ini, dinas akan berbicara dengan lembaga keuangan di Jateng untuk merumuskan skema pembiayaan yang dapat menarik minat masyarakat berinvestasi di PLTS atap.

Terkait biaya pemasangan panel surya dengan kapasitas 1 kWp adalah sebesar Rp 15 juta. Sementara kebutuhan rumah tangga setidaknya 2 kWp. Sehingga pemasangan untuk rumah tangga membutuhkan kurang lebih Rp 30 juta.

Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Semarang Ngargono mengaku tertarik untuk menggunakan PLTS atap dengan segala keuntungan yang didapat. Hanya saja, sebagai masyarakat ia merasa biaya pemasangan di awal cukup berat. Sebab, harus mengalokasikan sedikitnya Rp 30 juta untuk memasang peralatannya.

Baca juga:  Tak Pedulikan PPKM, Tiga Tempat Usaha Disegel

”Saya tertarik sebenarnya. Tapi dengan biaya awal sebanyak itu, saya yakin banyak masyarakat yang akan berpikir ulang untuk memasangnya. Meskipun ke depan pasti diuntungkan dengan penggunaaan PLTS atap ini,” ujarnya. (sga/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya