alexametrics

Komitmen Terus Bantu Masyarakat Lewat CSR

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-PT SidoMuncul merupakan perusahaan jamu satu-satunya di Indonesia yang menjadi pioneer program mudik gratis, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk membantu pemerintah memberikan fasilitas mudik bagi warga negaranya. Sejak program ini digulirkan pada tahun 1991 atau sudah 30 tahun lamanya, SidoMuncul telah memudikkan 360.400 pedagang jamu ke kampung halaman mereka saat arus mudik Lebaran.

Kiprah SidoMuncul mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Utamanya, dari para pejabat dan petinggi negeri ini. Maka tak mengherankan jika program mudik gratis SidoMuncul, saat ini banyak diadopsi oleh perusahaan-perusahaan lain di Indonesia.

Mewakili Direktur SidoMuncul Irwan Hidayat, Public Relation Department Bambang Supartoko menerima Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2019 untuk kategori Company Consistent to Give CSR Free Going Home. Acara malam apresiasi Anugerah Jawa Pos Radar Semarang dinilai Bambang luar biasa. Tidak hanya penghargaan yang didapatkan SidoMuncul melainkan pertemuan pemimpin hingga pengusaha dinilainya apik.

Baca juga:  Terdampak Korona, Angkutan Kota Semakin Merana

“Sejak awal sebelum ada perda kami sudah melakukan komitmen untuk membantu masyarakat khususnya sosial dan lingkungan. Seiring berjalannya waktu kami harus bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas. Kami juga hadir untuk membantu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk lebih bisa menjangkau membantu masyarakat.” ungkapnya usai acara.

Award yang diberikan kepada SidoMuncul sebagai bukti jika perusahaan ternama di Indonesia ini konsisten melayani masyarakat. Pihaknya juga mulai memberikan kegiatan berupa pelatihan kerajinan untuk masyarakat yang kesulitan mencari pekerjaan. “Di samping kami membuka lowongan pekerjaan di SidoMuncul kami juga menemani masyarakat lewat pelatihan untuk mendapatkan skill untuk membuka usaha sendiri,” tambahnya.

Ia juga memberikan apresiasi untuk Jawa Pos Radar Semarang terkait acara anugerah malam itu. “Sungguh media ini bisa dikatakan sebagai news paper/koran yang peduli lewat penghargaan ini. Menjaga persatuan dan kesatuan khususnya di Jawa Tengah sendiri. Terlihat dari busana yang dikenakan, busana etnik asli dari Semarangan mengisyaratkan bahwa Semarang juga memiliki kekayaan budaya. Jawa Pos Radar Semarang sendiri mampu menyatukan seluruh komponen dari pemerintah daerah, lembaga, pengusaha hingga akademisi,” jelasnya. (ria/ton)

Baca juga:  Perda Pesantren Perkuat Legalitas dan Eksistensi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya