alexametrics

Prajurit TNI Gagalkan Penyelundupan Minyak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG—Sebanyak 400 prajurit Satgas Yonif Raider 408/Sbh tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan menggunakan kapal KRI Manado, Selasa (17/9). Mereka kembali ke Jawa setelah selama sepuluh bulan melaksanakan tugas Operasi Pamtas RI-RDTL di perbatasan Indonesia dan Timur Leste.

Kedatangan Satgas Yonif Raider 408/Shb disambut dengan upacara yang dipimpin Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi SE MM. Hadir para pejabat jajaran Kodam IV/Diponegoro, Danlanal Semarang Kolonel Laut (P)  Musleh Yadi, dan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji. Hadir juga Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah  IV/Diponegoro Ny Septi M Effendi.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi menyampaikan rasa bangga dan terima kasih serta penghargaan yang tulus atas dharma bhakti dan pengabdian yang telah para prajurit curahkan dalam melaksanakan tugas operasi.  “Berdasarkan laporan, Satgas Yonif Raider 408/Suhbrastha telah mampu melaksanakan tugas sesuai dengan target yang diberikan dari Komando Atas,” katanya.

Baca juga:  Pangdam Izinkan Saluran Depan TMP Ditutup

Menurutnya, para prajurit boleh bangga dengan prestasi yang dicapai, namun harus tetap mempertahankan kredibilitas satuan dengan menjadikan penugasan sebagai pengalaman yang sangat berharga. “Kalian harus menjadi contoh bagi para Prajurit Kodam IV/Diponegoro lainnya dalam bersikap dan bertutur kata dengan senantiasa berpegang teguh pada jati diri TNI,” pesannya.

Terkait dengan situasi wilayah, Pangdam berharap para prajurit dapat segera menyesuaikan diri kembali dengan lingkungan, baik di dalam maupun di luar satuan. Sehingga kepulangan dari daerah operasi dapat diterima dengan baik oleh keluarga, kawan, maupun oleh masyarakat.

Dengan pengalaman dan rasa bangga yang telah didapat dari tugas operasi harus bisa memberikan dorongan untuk bersikap lebih dewasa dan senantiasa rendah hati serta selalu menampilkan sosok prajurit yang mencintai dan dicintai rakyat. “Setelah melaksanakan tugas operasi, para prajurit akan diberikan cuti untuk beristirahat dan berkumpul dengan keluarga. Namun satu hal yang tetap harus diperlihara adalah kewaspadaan dan kesiapan prajurit,” katanya.

Baca juga:  Pagi Ini, Jalan Menteri Supeno Ditutup

Danyonif Raiders Mayor Infantri Joni Eko Prasetyo mengatakan, tugas pokok prajurit ini adalah pengamanan perbatasan sepanjang 102,8 meter di sektor timur yang perbatasan RI dengan Timur Leste, serta melaksanakan pembinaan teritorial. “Satgas Pampras selama 10 bulan di masyarakat yang ada di perbatasan. Kendalanya adalah soal ketersediaan air. Di sana ketersediaan air jadi masalah pelik, karena musim kemarau lebih panjang ketimbang musim penghujan,” bebernya.

Untuk kegiatan yang dilakukan, di antaranya rehab sembilan unit rumah dan membuat sembilan unit MCK. Juga melaksanakan baksos selama tujuh kali di masyarakat perbatasan yang dihadiri oleh 3.500 masyarakat yang diobati.

Selain itu, prajurit Satgas Pampras juga menggagalkan penyelundupan minyak tanah sebanyak 8.900 liter. Penyelundupan minyak tanah itu digagalkan di tempat perlintasan yang digunakan oleh oknum untuk menjual ke Timur Leste. “Harganya tiga kali lipat yang semula dijual dengan harga Rp 4.500 menjadi Rp 15 ribu ketika sudah sampai di Timur Leste,” tambahnya.

Baca juga:  Ultah, Pangdam IV/Diponegoro Dapat Suprise dari Kapolda Jateng

Selain itu, lanjut dia, petugas juga berhasil membuat warga dengan secara sukarela menyerahkan 44 pucuk senjata,  baik laras panjang maupun laras pendek serta senjata rakitan. “Warga dengan sukarela melalui pendekatan persuasif menyerahkan 44 pucuk senjata. Rinciannya, senjata laras panjang 33 dan rakitan 10, serta satu senjata Baretta,” katanya. (hid/aro/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya