alexametrics

Penjualan Mobil Mewah Tumbuh 20 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Penjualan mobil mewah di Jawa Tengah pada tahun ini sampai September, mengalami pertumbuhan 10 sampai 20 persen dibandingkan tahun 2018 lalu.

Branch Manager Astra Internasional BMW Semarang, Heru P menjelaskan jika pertumbuhan penjualan tahun ini cukup membuat industri otomotif di kelas premium bergairah. “Untuk BMW kita tumbuh 10 sampai 20 persen dibandingkan tahun lalu,” tegasnya di sela acara Fahrer Vision 2019, A New Driving Concept Minggu (15/9).

Heru menjelaskan, pasar Jateng merupakan pasar potensial mobil kelas premium. Bahkan menurut data penjualannya, konsumen yang ada di Jateng ada yang membeli mobil dengan harga sekitar Rp 4,5 miliar yakni BMW Seri 8 dan termasuk dalam mobil langka.

Baca juga:  Nginap di Hotel Berbintang, Nakes Cukup Bayar Rp 10 Ribu

“Selain Seri 8, konsumen di Semarang ada pula yang membeli Seri 5 touring yang jumlahnya hanya dua unit di Indonesia. Selain itu ada juga yang pesan Seri 6 yang harganya diatas Rp 1 miliar lebih,” jelasnya.

Untuk produk andalan, lanjut Heru, di wilayahnya paling diminati adalah BMW X1 dengan model SUV. Sementara untuk penjualan produk terbaru yakni G20 pun saat ini cukup tinggi meski dirinya enggan menyebutkan angka pasti. “Market share Semarang untuk area Jateng di angka 50 persen, sisanya disumbang Jogja sebesar 20 persen dan Solo 30 persen,” bebernya.

Dalam acara  Fahrer Vision 2019, A New Driving Concept yang diselenggarakan BMW CCI Semarang Chapter ini juga mengundang Gerry Nasution Certified BMW Driver Instructor yang membagikan tips and trick tentang berkendara yang baik, aman dan nyaman ketika menggunakan mobil BMW.

Baca juga:  Tampil Beda, Ubah BMW e39 528i Jadi Pikap dan Boogie

“Materi yang diberikan seperti pengoptimalan kendaraan, dalam segi teknologi, driving dynemic dan eco driving,” jelas Gerry.

Meski banyak pengguna BMW di Semarang, lanjut Gerry masih banyak pengguna BMW yang belum mengerti cara berkendara yang baik dan benar. Contohnya adalah mengabaikan posisi duduk, yang sebenarnya bisa meminimalisir cedera saat terjadi kecelakaan. (den/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya