alexametrics

Ditengarai Ada Perusahaan Nakal

- Cemaran dapat Sebabkan Kanker

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah menengarai pencemaran di aliran Sungai Bengawan Solo disebabkan adanya perusahaan nakal. Ada perusahaan dengan saluran ilegal untuk membuang limbah perusahaan ke sungai. Pihaknya akan mencari dan akan menjatuhkan sanksi ketika ditemukan.

Kepala DLHK Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono mengatakan, terkadang memang memang ada industri nakal yang tidak mengoperasikan IPAL secara penuh. Sebab, biaya operasional IPAL yang tidak sedikit.

”Sedangkan industri itu kan profit oriented. Tapi kita ingatkan, mereka ada kualifikasi proper. Bisa dicabut karena produk mereka tidak ramah lingkungan. Dan ketika dicabut, akan mempengaruhi di pasaran,” ujarnya.

”Kemungkinan di Bengawan Solo ada. Akan dicari betul mumpung musim kemarau dengan debit air yang tidak besar,” imbuhnya.

Baca juga:  Pencemar Mengganti, Pencemar Membayar

Sejauh ini, pihaknya sudah menangani dua kasus terkait hal ini. Mulanya, PDAM Blora mengirimkan surat kepadanya karena ada pencemaran ini. Pihaknya langsung melakukan tindak lanjut dengan uji sampling. Hasilnya, dari pengukuran (Chemical Oxygen Demand) dan DO (Dissolved Oxygen) terdapat kandungan fosfat di atas ambang batas. ”Disinyalir memang ada buangan limbah industri. Kemudian adanya E.coli berarti ada limbah peternakan yang langsung digelontorkan ke Bengawan Solo,” ujarnya.

Dalam hal ini, pihaknya juga telah melayangkan surat kepada para bupati di sepanjang Sungai Bengawan Solo untuk meminta data terkait industri di sekitar sungai.
Ia menambahkan, pencemaran pada Bengawan Solo memiliki dampak sangat serius. Kandungan timbal yang dikonsumsi manusia dapat menyebabkan kanker.

Baca juga:  Puluhan Satpol PP Geruduk Pasar Johar, Borong Dagangan Pedagang

Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, ada ”pipa siluman” atau pipa pembuangan tembus langsung ke dasar sungai. Pipa ini mengeluarkan limbah dari pabrik. ”Kita akan edukasi pabrik-pabrik itu agar membuat IPAL,” ujarnya. (sga/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya