alexametrics

Polda Langsung Perbaiki 44 Rumah Rusak

Gudang Penyimpanan Bom Meledak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID,SEMARANG-Gudang tempat penyimpanan bahan peledak yang meledak di kompleks Mako Sat Brimob Polda Jateng adalah tempat penyimpanan peledak hasil temuan masyarakat. Akibat ledakan tersebut, 44 rumah rusak dan AKBP Syaiful Anwar, Kepala Detasemen Gegana, Sat Brimob Polda Jateng mengalami luka sehingga dijahit di RS Banyumanik.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyampaikan telah mendapat laporan adanya suara ledakan di salah satu gudang tempat penyimpanan bahan peledak Sabtu (14/9) sekitar pukul 07.00. Pada saat peristiwa terjadi, pihaknya mengatakan terdapat beberapa suara ledakan kecil dan disusul suara ledakan besar.

“Terjadi ledakan kecil tiga kali disusul dengan ledakan yang cukup besar dan dilanjutkan ledakan ledakan kecil-kecil. Kurang lebih pukul 08.00 pagi sudah tidak lagi terdengar lagi ledakan dari situ,” ungkap saat memberikan keterangan di Mako Sat Brimob Polda Jateng, Sabtu (14/9) kemarin.

Rycko menegaskan, gudang yang meledak tersebut adalah tempat penyimpanan bom-bom militer bukan persenjataan milik Polda Jateng maupun TNI. Bom tersebut melainkan barang temuan masyarakat sisa-sisa dari zaman peperangan masa lalu.

“Di dalam gudang ini tersimpan benda-benda temuan bom militer seperti granat, kemudian ranjau darat dan beberapa mortir. Tetapi yang terbanyak adalah granat,” tegasnya.
Gudang yang meledak tersebut berukuran kurang lebih 6 x 6 berlokasi dalam komplek Mako Sat Brimob di utara bagian timur. Lokasi tempat tersebut juga jauh dari pemukiman penduduk kurang lebih berjarak 50 sampai 100 meter. “Gudangnya, tempatnya terpisah jauh karena memang secara SOP tempat penyimpanan harus dipisahkan,” katanya.
Namun demikian, ledakan ini mengakibatkan bangunan tersebut hancur berantakan. Ledakan yang terdengar sangat dahsyat juga mengejutkan warga yang tinggal di sekitar Mako Sat Brimob. Selain itu, percikan ledakan tersebut juga mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.

“Gudang ini bersebelahan dengan parkir kendaraan-kendaran angkut Brimob (truk). Akibatnya, kendaraan yang paling dekat dengan gudang ikut rusak. Kemudian ada kendaraan yang parkir juga rusak. Satu truk rusak separuh, karena memang berdekatan dengan gudang tersebut,” katanya.
Rycko mengatakan pasca kejadian ledakan langsung dilakukan penanganan dan pendataan rumah milik warga yang rusak. Pihak Polda Jateng juga bertanggung jawab terhadap kerusakan tersebut dan langsung melakukan perbaikan.

Baca juga:  Kapolda dan Pangdam Tanam 10.000 Pohon di Pantai Jepara

“Tercatat ada 44 rumah yang kacanya pecah, plafonnya rusak dan gentingnya juga rusak. Sekarang sedang dikerjakan perbaikannya langsung oleh Polda Jateng,” jelasnya.
Pada kejadian tersebut, Polda Jateng termasuk anggota Polsek Banyumanik dan Babinkamtibmas telah melakukan evakuasi terhadap warga yang tinggal di dekat dengan lokasi ledakan gudang.

Menurut informasi, sebagian warga juga ada yang dipindahkan ke Kantor Kelurahan wilayah Srondol. “Warga juga sudah diizinkan kembali ke rumah. Kalau anggota asramanya jauh dari gudang, anggota sudah boleh beraktivitas lagi,” tegasnya.

Rycko menegaskan, gudang penyimpanan yang meledak tersebut dimungkinkan bisa meledak kembali. Namun demikian, pihak kepolisian telah melakukan pengamanan secara maksimal untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk akibat ledakan tersebut.

“Untuk itu, pertanyaannya apakah masih ada potensi terjadinya ledakan? Masih. Karena itu juga handak, itu bom kan? Oleh karena itu, untuk memastikan apabila terjadi ledakan lagi, serpihan-serpihan ledakan itu tidak membahayakan masyarakat sekitar. Karenanya sekarang masyarakat sekitar sudah kami izinkan untuk kembali ke rumahnya,” jelasnya.

Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan hanya kerugian materiil. Rycko menyebutkan ada satu korban dari anggota Sat Brimob Jateng yang mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat. Sekarang ini yang bersangkutan telah diperbolehkan pulang.

“Korban yang luka satu orang, AKBP Syaiful Anwar, Kepala Detasemen Gegana, Sat Brimob Polda Jateng. Tangannya sempat dijahiit, ada 6 jahitan. Di bagian kepalanya hanya luka gores, sudah dilakukan pengobatan dan sekarang sudah boleh pulang,” katanya.

“Jadi pada saat itu yang bersangkutan di dalam rumah, jauh dari lokasi kejadian antara kisaran 30 meter. Ketika mendengar suara ledakan, kemudian mengintip dari pintu. Namun terkena percikan serpihan kaca,” katanya.

Baca juga:  Kapolda Jateng Jadi Khatib Salat Idul Adha di MAJT

Rycko mengatakan sebelumnya Brimob Polda Jateng dan Korp Brimob sudah mengajukan dan telah berlangsung proses disposal terhadap barang-barang peledak temuan masyarakat yang tersimpan dalam gudang tersebut ke PT Dahana atau Pindad.

“Dua bulan yang lalu, PT Dahana Pindad sudah datang kesini melakukan survei dan kami menunggu tindak lanjut. Karena besarnya bahan peledak yang harus dilakukan penjinakan atau disposal seperti itu. Karena benda-benda ini sangat berbahaya kalau ditaruh di atas permukaan tanah,” jelasnya.

“Di Polda Jateng ada beberapa tempat (gudang penyimpanan). Kalau ini, tidak saya beritahu, mana-mana saja tempatnya,” tegasnya.

Saat ini yang telah dilakukan oleh kepolisian adalah melakukan pengamanan terhadap lokasi kejadian. Sekarang ini masih terus dilakukan proses pendinginan dengan penyiraman air yang dilakukan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang maupun anggota Polda Jateng. Setelah proses pendinginan selesai dan dinyatakan aman, selanjutnya akan dilakukan proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)

“Dilakukan oleh Labfor Mabes Polri, Pus Indent, Inafis dan penyidik Ditreskrimum Polda Jateng untuk menentukan penyebab terjadinya ledakan. Apakah ada unsur kesengajaan, sabotase atau kelalaian. Itulah tahapan-tahapannya,” bebernya.

Kapolda menambahkan, proses pengamanan ini, Tim Jibom dari Kor Brimob Polri sudah datang dari Jakarta gabungan dengan Jibom dari Polda Jateng. Pengamanan ini dalam bentuk memastikan bahwa TKP sudah aman dan bisa dilakukan pengolahan TKP. Sehingga tim Olah TKP yang terdiri dari penyidik, Labfor, Inafis bisa masuk melakukan penyelidikan guna menentukan dan mengetahui serta mengidentifikasi sebab-sebab terjadinya ledakan.

“Tim olah TKP saat ini belum bisa masuk, karena tim dari Jibom menyatakan evakuasi handak dan memastikan keamanan di dalam ini belum selesai. Beberapa handak berhasil diamankan oleh Jibom, tapi masih ada beberapa yang tertimbun dengan tembok dan kerangka-kerangka dari atap rumah yang memerlukan waktu,” jelasnya.

Baca juga:  Temukan Sejak Dini, Tekan Hepatitis

Menanggapi terkait protap pengamanan barang bom tersebut, Rycko mengatakan sudah ada. Pertama, tidak boleh berdekatan dengan rumah tinggal penduduk dan asrama. Kedua, selalu terpantau selama 24 jam baik secara fisik maupun CCTV. Ini, CCTV-nya ada.

“Termasuk tadi kami melihat CCTV-nya pukul 07.02 menit itu meledaknya bertepatan dengan petugas anggota yang sedang nyuci motor disitu. Untung ledakan yang pertama ledakan kecil, jadi dia langsung bisa kabur,” katanya.
Pasca kejadian dan pendinginan yang dilakukan, Rycko mengatakan anggota Polda Jateng dari Handak telah berhasil mengevakuasi beberapa barang peledak yang berada di lokasi gudang yang meledak.
“Handak yang dikumpulkan sudah lebih dari separo ya. Tinggal yang besar-besar saja. Dievakuasi, ada di Bom Basket. Disimpan di tempat paling aman, ya Mako Brimob sementara paling punya kemampuan, sambil koordinasi dengan PT Dahana dari Pindad,” katanya.
Sedangkan untuk proses disposal, Rycko mengatakan memerlukan waktu dan tempat, termasuk petugas yang bidang ahlinya. Di samping Korbrimob, juga ada PT Dahana dari Pindad. Menanggapi terkait barang peledak tersebut high explosive atau low, masih dilakukan pengecekan.
“Jumlahnya kurang lebih ada 40 unit. Sebagian besar adalah granat sisa perang dunia. Makanya ledakannya kecil, ada ranjau darat 1 dan sisanya mortir,” jelasnya.
“Itu bom bom bukan milik TNI, tapi sisa-sisa dari perang. Makanya besar-besar. Yang kecil-kecil sudah proses, bom yang meledak itu ada sekitar 7 granatnya ada sekitar 20, dan sudah mulai dikurangi. Ini bukan granat organik, tapi sisa zaman peperangan,” katanya.
Terkait penyebab terjadinya ledakan, Rycko mengatakan belum diketahui sebab pastinya. Saat ini semua tim yang menangani masih terus bekerja. “Itu yang menentukan tim penyidik, labfor dan inafis yang bekerja bersama-sama. Target labfor saya ga bisa kasih target. Maunya ya secepatnya,” pungkasnya. (mha/akm/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya