alexametrics

Tunggu Uji Kelayakan Konsumsi

Kacang Impor Terinfeksi Hama

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG—Setelah dilakukan fumigasi selama 2 x 24 jam, enam kontainer berisi kacang tanah impor dari Sudan, Kamis (12/9) kemarin, kembali dibuka. Dalam kesempatan itu, petugas Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas 1 Semarang mengambil sampel secara acak untuk dilakukan penelitian apakah kacang tanah tersebut layak dikonsumsi atau tidak? Sebelumnya, diketahui kacang tanah itu terinfeksi hama Kumbang Kapra atau Trogoderma Granarium yang berbahaya.

Kepala Bidang Karantina Tumbuhan Non Benih, Badan Karantina Pertanian, Ir Turhadi Noerachman MSi mengatakan, hasil penelitian kemarin akan dibawa ke kantor pusat Badan Karantina Pertanian di Jakarta untuk didiskusikan tindak lanjut barang impor tersebut.  “Untuk hasilnya akan diumumkan pada Sabtu atau Minggu. Memang secara kasat mata seluruh hama ditemukan sudah mati dan mengering,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut dia, hama Kumbang Kapra atau Trogoderma Granarium tidak boleh masuk Indonesia. Selama ini, hama yang umum ada di Indonesia seperti Trivolium, Stofilus dan Kaselofokus. Itu semua hama yang muncul di setiap penyimpanan di gudang.

Baca juga:  Cahaya Lampu Jalan Bisa Diatur Keterangannya dari Jauh

“Kita tetap konsen pada hama yang belum ada di Indonesia. Hama itu (Kumbang Kapra) tingkat kerusakannya luar biasa dibandingkan dengan hama-hama yang tadi,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Badan Karantina Pertanian membuat surat edaran ke UPT seluruh Indonesia untuk mewaspadai masuknya Kumbang Kapra dari negara endemik, khususnya negara Afrika, Asia Tengah, dan Asia Selatan. Surat edaran sudah disampaikan per 10 September lalu.

Sedangkan untuk kelayakan konsumsi, pihaknya akan mengomunikasikan dengan kantor pusat. Sebab, selain harus bebas hama, komoditas pangan itu harus bebas residu pestisida. (hid/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya