alexametrics

Siapkan Terobosan Sidang Keliling

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG –Satu lagi penghargaan berhasil disabet Ketua Pengadilan Agama (PA) Klas IA Semarang, Anis Fuadz. Dalam malam apresiasi Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2019, mantan Ketua PA Indramayu tersebut dinobatkan sebagai inisiator program SMS PAING, yang merupakan konsep SMS otomatis untuk mengetahui agenda maupun perkembangan perkara hingga putusan yang sudah diterapkan di PA Semarang.

Atas anugerah tersebut, ia memberikan apresiasi kepada Jawa Pos Radar Semarang yang telah memberikan ruang untuk membangun inovasi di bidang yang digagas timnya. Anugerah itu akan memberi motivasi, baik yang belum mendapat maupun yang sudah mendapatkan penghargaan. Apalagi dalam acara itu sangat luar biasa semaraknya.

Baca juga:  Wali Kota Hendi Undang Pengarah Foto Kota Lama yang Viral ke Balai Kota

Ia berencana membuat terobosan ke depan berupa pelaksanaan sidang jemput bola dengan cara keliling. Hal itu tentunya akan lebih efisien dari segi waktu dan biaya. Menurutnya jika ada 10 perkara di satu kecamatan maka diestimasikan bisa sekitar 30 orang yang datang Ke PA. “Dengan demikian kalau sidang keliling cukup majelis hakim yang datang ke kecamatan. Paling tim datang berjumlah hanya 5 orang, dengan begitu tentunya akan menghemat biaya cukup besar yaitu anggaran 25 orang,” ungkapnya.

Adapun sejumlah prestasi yang berhasil disabet PA Klas 1A Semarang di antaranya pada Maret 2017 lalu mendapat ISO (International Organization for Standardization). Kemudian Oktober mendapat predikat penjaminan mutu dengan akreditasi A Excellent. Selanjutnya, pada Mei lalu meraih predikat kedua se-Indonesia dari Mahkamah Agung (MA) dalam sistem pelayanan terpadu satu pintu, untuk kategori pengadilan Klas 1A.

Baca juga:  Camat di Kota Semarang sudah Lengkap

Prestasi lain, disebutkannya, di internal ada pelayanan kepada masyarakat dengan konsep antrean sidang online. Mengingat, dalam sehari , jumlah sidang bisa 90 hingga 100 perkara. Bahkan belum lama ini, dikatakannya, ada 165 perkara dalam sehari disidangkan, dengan jumlah hakim hanya 16 hakim.

“Dari situlah, ketika kami amati dengan perkara yang disidangkan. Ndak mungkin disidangkan sekaligus, melainkan perlu konsep antrean dengan konsep online. Terakhir kami sudah berlakukan sistem e-Court atau gugatan online melalui elektronik,” jelasnya. (jks/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya