alexametrics

Kerja Keras Tingkatkan Mutu Pendidikan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Muh Zen Adv sudah mengabdikan diri selama 20 tahun lamanya untuk memperbaiki dan meingkatkan kualitas pendidikan di Jawa Tengah. Semua itu dilakukan tanpa pamrih dan semata-mata hanya ingin berkontribusi dalam meningkatkan dan membekali Sumber Daya Manusia (SDM) dengan pendidikan yang layak.

Jika tingkat pendidikan tinggi, jelas akan menjadi bekal utama untuk memperbaiki kualitas hidup dan memajukan Jawa Tengah. “Pendidikan itu kunci mewujdukan dan memajukan taraf hidup keluarga, dan tentunya masa depan daerah. Dengan pendidikan bagus, jelas akan memberikan kontribusi yang nyata,” katanya.

Alumnus UIN Walisongo ini sudah terjun ke dunia pendidikan sejak tahun 1997 silam. Ia mulai terpanggil untuk terjun dan berkontribusi di bidang pendidikan, tidak terlepas dari kenyataan masih banyaknya anak-anak di Jateng yang belum mendapatkan pendidikan yang layak. Padahal, Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan, jika pendidikan merupakan urusan wajib dan harus menjadi perioritas pemerintah.

Baca juga:  Bangunan SD Sendangdawung Rawan Roboh

Komitmen Zen untuk meningkatkan kualitas pendidikan semakin besar ketika ia didapuk menjadi pengurus di lembaga pendidikan di Jateng. Mulai dari Ketua PGSI Jateng (2006-Sekarang); Dewan Penasehat Pergunu Jateng (2014-sekarang); Dewan Pembina PGSI Pusat ; Dewan Pembina FKDT; Pengrus LPTQ Jateng; sampai menjadi Pengurus PW LP Ma’arif Jateng (2006-sekarang).

Zen bahkan terus menyuarakan agar pemerintah benar-benar merealiasikan anggaan pendidikan sebesar 20 persen baik dari APBN, APBD Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Kekuatannya untuk menyuarakan suara rakyat semakin besar mengingat ia duduk sebagai Anggota Komisi E DPRD Jateng (2009-2014; 2014-2019) dan Anggota DPRD Jateng (2019-2024). “Saya optimistis jika anggaran 20 persen benar-benar direalisasikan, pasti tidak akan ada anak yang putus sekolah di Jateng sampai tingkat SMA. Ini membutuhkan komitmen dari Pemprov apalagi pasca adanya pengambilalihan kewenangan SMA/MA di Jateng. Sebagai wakil rakyat saya akan terus memperjuangkannya,” ucapnya.

Baca juga:  Akhir Tahun, Terminal Terboyo Selesai

Alasan lain, pendidikan merupakan urusan wajib yang harus didulukan oleh pemerintah. Jadi jangan sampai ada kebijakan yang main-main atau anggaran yang minim untuk pendidikan. Lebih baik membesarkananggaran pendidikan untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan skill generasi muda di Jateng. “Kalau SDM bagus, pasti Jateng akan lebih maju dan kesejahteraan meningkat. Itu lebih penting karena sesuai dengan amanah Undang-Undang,” katanya.

Politisi PKB ini mengaku akan terus menggelorakan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jateng melalui pendidikan. Salah satu yang harus dilakukan, adalah mendorong Pemprov maupun kabupaten kota untuk berkomitmen ikut andil di dalamnya.

“Masyarakat sudah ikut terlibat, jadi tinggal menunggu komitmen pemeritah. Jangan sampai pendidikan di Jateng terus menurun kualitasnya karena pemerintah terkesan membedakan antara sekolah swasta dan negeri,” harapnya. (fth/bas)

Baca juga:  Wali Kota Pekalongan Belum Izinkan KBM Tatap Muka

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya