alexametrics

Dilengkapi Chip, Bisa untuk E-Money

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Polri melalui Satuan Lalulintas dalam waktu dekat akan mengeluarkan model Surat Izin Mengemudi (SIM) baru, yakni Smart SIM. SIM tersebut dilengkapi chip yang bisa mendeteksi rekam jejak pelanggaran lalulintas yang dilakukan pemiliknya. Manakala berungkali melakukan pelanggaran, SIM terancam dicabut.

Kasubdit 1 Regident Ditlantas Polda Jateng AKBP Arie Safaat menjelaskan, Smart SIM memiliki banyak kelebihan dibanding dengan penerbitan SIM yang lama. Smart SIM sekarang ini dilengkapi chip sebagai data forensik kepolisian.

“Ini ada chip-nya. Chip ini dapat digunakan sebagai data forensik untuk kepolisian, dan juga data tentang perilaku lalulintas¬† pemiliknya,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (12/9).

Arie Safaat menjelaskan, chip digunakan untuk menyimpan data pemiliknya. Jika pemilik Smart SIM melakukan pelanggaran lalulintas, maka akan tercatat. Sehingga pengusaha yang akan menerima pelamar kerja bisa mengetahui jejak record pemilik Smart SIM tersebut dengan cara mengajukan ke kepolisian.

Baca juga:  Prof Suteki Gugat Rektor Undip

“Misalnya, dia melakukan pelanggaran lalulintas dan ditilang polisi, itu nanti ada datanya. Database-nya dimasukkan menggunakan surat E-Tilang itu. Ini juga untuk menekan terjadinya pelanggaran berlalulintas,” jelasnya.

Pada Smart SIM tersebut juga terdapat catatan atau peringatan. Setiap pelanggaran, baik kategori ringan maupun sedang akan diberikan bobot nilai. Sanksi terberat adalah pemilik SIM yang melakukan pelanggaran berulang kali akan dikenakan sanksi pencabutan sementara, dan atau akan dilakukan uji ulang pada saat perpanjangan SIM. Hal ini tertuang dalam Perkap Nomor 9 Tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

“Nanti kalau misalnya dia sering kali melakukan pelanggaran ya ada sanksinya. Di situ kan ada bobot nilainya. Pelanggaran lalulintas oleh pengemudi diberi bobot nilai dengan pencatatan tanggal dan pelanggaran. Misalnya, lupa bawa surat-surat ada bobot nilainya sendiri, pelanggaran sedang, atau melawan arus.

Baca juga:  Eliminasi Kasus Pasung Belum Optimal

Ditambahkan, Smart SIM memiliki banyak kelebihan. Karena juga bisa difungsikan sebagai e-money untuk keperluan pembayaran jalan tol, termasuk kereta api. Nantinya, kepolisian akan menggandeng perbankan dalam pemberlakuan Smart SIM tersebut untuk pengisian saldo e-money maksimal Rp 2 juta. Pengisian saldo tersebut bisa dilakukan melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan minimarket.

“Kami (Polda Jateng) sudah punya stok 200 ribuan lebih (material) Smart SIM. Pembuatan Smart SIM, proses sama dengan penerbitan SIM sebelumnya. Jadi, nanti material SIM yang lama biasanya akan ditarik pusat,” bebernya.

Arie Safaaat menjelaskan, Smart SIM merupakan program dari Korlantas Polri, yang akan diluncurkan secara serentak di masing-masing polda pada 22 September 2019 mendatang. Segala material dan perlengkapan untuk penerbitan Smart SIM juga telah disiapkan untuk melayani masyarakat atau pemohon.

Baca juga:  Dosen Undip Tolak Revisi RUU KPK

“Tidak ada kenaikan, ini yang penting supaya masyarakat tahu,” tegasnya.

Menanggapi terkait jumlah pemohon SIM oleh masyarakat di seluruh Jawa Tengah, Arie Safaat menyampaikan secara keseluruhan, di Kota Semarang dalam sebulan telah menerbitkan SIM hingga 6 ribu unit.

“Untuk bulan Agustus 2019, penerbitan SIM di seluruh Jawa Tengah mencapai 183.600 unit, meliputi pembuatan SIM baru maupun yang perpanjangan semua SIM. Mayoritas SIM C,” katanya. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya