alexametrics

BNI-AM Gandeng Fintech, Sasar Generasi Milenial

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–BNI Asset Management (BNI AM) kini menyasar generasi muda atau kalangan milenial untuk memasarkan reksadana. Salah satunya dengan menggandeng financial teknologi (Fintech) dan sekuritas yang memiliki platform online.

Director PT BNI Asset Management, Putut Endro Andanawarih mengatakan jika kalangan milenial saat ini sadar akan investasi. Bahkan, pertumbuhannya melonjak drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Pertumbuhan investor milenial ini sangat tinggi. Dari segi jumlah dana masih sedikit,” katanya saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (10/9) kemarin.

Putut didampingi Assistant Vice President Head of Channel Distribution Departement, Andri Triwibowo dan Manager Service Management Region BNI Kantor Wilayah Semarang, Diah Charmaningtyas. Rombongan diterima langsung oleh Diretur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi didampingi General Manager (GM) Iskandar dan Pemimpin Redaksi (Pemred) Arif Riyanto dan Redpel Ida Nor Layla.

Baca juga:  Inovasi Digital

Putut menerangkan, agar terus mengalami pertumbuhan, pihaknya melakukan kerjasama tidak hanya dengan perbankan, melainkan dengan sekuritas yang memiliki platform online dan fintceh yang menjadi agen penjual reksadana. Tujuannya agar produk investasi ini lebih mudah menyasar generasi muda. “Kami menaruh produk di perusahaan fintech. Ada sekitar lima yang kami gandeng. Dengan fintech ini, user experience-nya bisa dipenuhi dan lebih mudah. Investasinya mulai Rp 100 ribu dan bisa dilakukan hanya dengan smartphone,” jelasnya.

Meski kontribusinya masih kecil, menurutnya, untuk jangka panjang investasi untuk melenial ini akan berjalan dengan panjang. Apalagi jika dilihat dari usia produktif kalangan milenial ini. “Harapannya tentu reksadana bisa jadi alternatif atau investasi menarik. Selain itu, masyarakat sadar akan investari serta tidak tertipu dengan investasi bodong yang menawarkan suku bunga rendah dan untung tinggi,” ucapnya.

Baca juga:  Ganjar Siapkan Kongres Sampah

Selain itu, jika menilik pasar modal saat ini masih bergantung dengan peran dari negara lain. Padahal investor asing pasti akan keluar, jika keadaan ekonomi dan politik di Indonesia tidak stabil, seperti pemilu kemarin. “Jika banyak investor dari Indonesia sendiri, maka perekonomiannya semakin kuat. Jadi kalau asing keluar, kita ngga perlu khawatir,” jelasnya.

Dari segi Dana Kelolaan atau Asset Under Management (AUM) BNI Asset Management (BNI-AM) mencapai Rp 22,29 triliun per Agustus 2019 atau mengalami pertumbuhan 38,53 persen. Nilai ini diketahui lebih tinggi dibandingkan pada akhir 2018 yang hanya sebesar Rp 16,09 triliun. “Sampai akhir tahun ini, kami tidak ada target. Yang jelas harapannya melampaui kinerja industri reksadana,” tuturnya. (den/akm/ida)

Baca juga:  Libur Telah Usai, Warga Berbondong-Bondong ke Bank dan Satpas

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya